Ahsan Siddique

Standar
Flag of Pakistan Esperanto: Flago de Pakistano...

Flag of Pakistan Esperanto: Flago de Pakistano Español: Bandera de Pakistán Français : Drapeau du Pakistan हिन्दी: पाकिस्तान का ध्वज Italiano: Bandiera del Pakistan ଓଡ଼ିଆ: ପାକିସ୍ତାନୀ ଝଣ୍ଡା Русский: Флаг Пакистана தமிழ்: பாக்கித்தான் கொடி Türkçe: Pakistan bayrağı Slovenščina: Državna zastava Pakistana (Photo credit: Wikipedia)

” asslam o alikum ” itu ucapan salam yang tidak biasa buat aku. Awalnya ku menganggap jika dia yang mengucapkan,  adalah seseorang yang alay. Namun ternyata bukan, itu memang bahasanya, dia menyebutnya bahasa ” Uru “. Dia selalu menyapaku dengan salam, namun tak pernah aku hiraukan. Saking seringya, hingga aku bosan dan aku pun membalasnya.Astagfirulloh.

Namanya Ahsan siddique, sama seperti atlet badminton yang aku sukai. Aku sudah lama tidak bersilahturahmi dengan kawan – kawanku di berbagai belahan dunia. Sedikit kaget saat mengetahui bahwa Ia seorang remaja pakistan berumur 19 tahun. Sungguh tak biasa aku bertemu teman sebaya  di dunia maya. Tapi aku senang. Berbeda dengan aku yang kini tingkat satu di salah satu universitas negeri di Indonesia, Ia baru saja menyelesaikan ujian sekolahnya dan lulus dari SMA. Saat ku bertanya, mau lanjut study kemana? Dia bercerita padaku bahwa dia alhamdulillah lulus sebagai komandan tentara yang nantinya akan pergii bertugas, Entah itu di dalam negerinya sendiri atau diluar negaranya. Mereka menyebut dirinya sebagai mujjahidin.

Jujur aku terharu. Disaat aku dan anak – anak Indonesia yang lain merasa galau karena ujian, nilai – nilai dunia, sbmptn, kepentingan – kepentingan dunia, yang semuanya serba sementara sesungguhnya. Dan ternyata remaja lain diluar sana sedang memperjuangkan agama Allah SWT, Aku ingat kata – kata seorang ustad ” Tanpa kita, Allah SWT akan menjaga AgamaNYA, namun apalah arti kita tanpa Agama Allah SWT?”Astagfirulloh, mungkin selama ini tanpa sadar hidupku hanya mementingkan target – target dunia yang melelahkan dan tak ada habisnya mengikuti nafsu.

Dia mengajariku bagaimana menjadi seorang muslim yang taat. Yang ketika azan, dia akan meninggalkan segala aktivitasnya. Yang dia dengarkan lafaz – lafaz Allah SWT yang menenangkan, Nasheed – nasheed yang menyerukan, dan sholawat – sholawat yang memujikan.

Saat itu kebetulan suasana hatiku sedang tidak baik, Ahsan mengingatkanku pada  kata – kata yang pernah My sister Ririn

ucapkan  ” Luaskan pandangan maka tekanan yang dirasakan akan lebih ringan.” Yah kurang lebih begitu.

Aku mengobrol bersamanya, tentang negaraku, tentang negaranya, tentang keluargakua, tentang keluarnya. Hobby kita, budaya yang berbeda. Pengetahuan baru. Selalu ada cara dari Allah SWT untuk kembali dan senantiasa mengingatnya. Memperbaiki diri dan terus belajar. Keep spirit girl 😀

2 pemikiran pada “Ahsan Siddique

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s