Jumat pagi

Standar

 

Morning, kampus sepii banget. Hehe. Aku kira mubes hari ini, ternyata besok. Tapi ngak papa ngaso di perpus mipa. Lagi sedih nih si hape ilang. Aku sih gak sedih karena hpnya, sedih karena kartunya hehe. Kartunya masih aktif sih, terus di telp tapi gak diangkat, emhhh.Terus aku sms aja pake no mamah

“ Ass, kepada yang memegang hp ini, mangga aja hp nya ambil, tapi kartunya bisa mohon dikembalikan ke alamat yang tertera dibawah ini. “

Terkirim sih, tapi gak direspon. Yoo wess, jadi musti ngurusin buat di blokir itu kartu, terus minta kartu dengan nomer yang sama. Mungkin hape aku jatoh kali yah,kalo ngambil mah, siapa coba yang mau hp itu. Terus kamera sama dompet juga masih utuh di tas.

Ibu dipindah ke rumah sakit hasan sadikin. Tadinya di al- islam. Hehe tambah jauh. Mau jenguk hujan nya badai.Tapi seneng liat muka ibu yang cerah, hehe. Gak kaya pikiran aku yang takut, nauzubillah. Setau aku obat penyakit kanker itu kalo gak khemo ya operasi. Tapi ibu ngejalanin alternatif. Semoga Allah senantiasa melindungi dan menyembuhkan. Di ruangan aku cumaa nonton tv, gak ngobrol sama sekali. Karena banyak yang jenguk. Pas pulang

“ Ibu cepet sembuh, ditunggudi cinambo!”

Entah apa yang salah dari kata – kata aku, mata ibu langsung berkaca – kaca.

“ Eni, doain ibu yah.”

Aku gak tahan, gawaaatttt!!!!aku gak boleh nangis, aku langsung memalingkan mata aku dan mengalihkan obrolan seputar Iqbal.

Ya Allah, perasaan yang sulit diungkapkan

Aneh, tiba tiba hati aku membawa aku ke gazebo psikologi. Samar samar mata ku melihat seorang gadis yang membawa burung yang gak asing pernah aku lihat. Orang – orang disana melihat burung itu bermain, seakan tidak belum pernah melihatnya. Mereka saling mengaku dan memperebutkan siapa yang akan memelihara. Aku mendekat dan ingin melihat dengan jelas.

“ Mata itu .” kataku dalam hati.

Burung itu menatapku seakan aku mengerti isi hatinya. Seakan dia yang memanggil aku untuk menemuinya. Rabb …Sayapnya lemah dia tak mampu terbang. My first love Owl. Aku melihatnya pertama kali saat jam 10 malam di depan antara FKG dan Psikologi. Dan dia cantik sekali. Aku kaya jatuh cinta pada pandangan pertama. Dan semenjak itu aku tidak bisa melupakan mata besarnya. Si wini malah ngira akungeliat hantu. Hihihi.

Aku melihatnya, saat dia terjatuh dari pohon. Memang sayapnya lemah. Aku merasa aku harus berani untuk memperjuangkan dia hidup di habitatnya. Aku ngerasa tersiksa gak bisa ngelakuin , itu. Aku Cuma bisa berdoa kamu bersama orang yang baik, orang yang terbaik, yang akan ngerawat kamu.

“Kalo kamu udah kuat, tapi gak dilepasin, kabur aja ok” Kataku bicara lewat mata dengan suara hati saja. Hehe.

Kita itu emang gak tahu akan bertemu siapa dan bersama siapa,haaa harni tolong -_-. Kenapa jadi puitis

Aku punya banyak dunia

Standar

Aku punya banyak dunia. Dan aku bebas mau kemana senyaman hati  aku. Di dunia dongeng aku jadi putri angin. Di dunia tumbuhan aku jadi putri ilalang, di dunia hewan aku jadi cendawan baik hati, dan lain lain. Aku gak akan  memaksakan kehendak , disaat sedih ya nangis, disaat senang ya tertawa. Aku bukan superhero, yang so kuat dan harus berpura – pura. Aku akan pergi ke tempat dimana aku ingin pergi, aku akan menemui hal hal cantik yang ingin aku temui. Dunia sementara, banyak kok tokoh tokoh peran utama yang tidak mendapatkan apa yang seharusnya ia dapat. bahkan sampai akhir hayat. Aku gak peduli sekuat apapun halangan yang ingin aku jatuh, ku juga gak peduli seburuk apapun anggapan, biarkan itu menjadi urusan hati aku dengan Allah. Hidup . aku ringan, di saat aku jatuh atu menyangkut, aku akan di bangkitkan lagi oleh angin dan di bawa terbang. Dan disaat aku kembali jatuh, angin akan membangkitkan aku lagi. Dan terus begitu……………, hidup naik turun kan kawan….kecuali di alam yang kekal 🙂