Sebenarnya Seperti apa ?

Standar

Tiba – tiba dan tak terduga. Siapa? kepada siapa? terburu – buru namun nampaknya penasaran. Dan aku tahu, aku tahu telah masuk. Ku tanya tentang apa di dalam ? mengapa ada di dalam ? jadi sebenarnya untuk apa?. Melankolis hingga koleris seperti apa ? Ada di olahraga keunggulan Indonesia, nampak jelas kan! Yah berfoto. Bermemori,  ada di serong kanan sejajar. Dicari, tapi tak juga ketemu. Masih rizki dan takdir, tak diduga muncul. Terlebih dahulu hilang, bukan berarti tak bisa. Sore cerah bermain futsal. Tentang apa hanya berbicang. Meskipun tak mampu terbaca, akan dinunggu waktu selanjutnya. Tapi tetap ter  – copy. Dan berharap terus di – paste.

Tak disangka, dari atas ke bawah. Apa yang dilihat di sekeliling ? Aku ingin tahu! Entahlah, itu memang telah ada di pikiran. Nampak bisu dan hanya memandang KuasaAllah. SubhanAllah, akankah esok seperti ini? Tapi tak ada jarak tingkat. Atas maupu bawah. Tak ada tangga. Tapi hampir sejajar dan berbalik setelah usainya. Aku bertanya lalu…… sudah ini menjadi fitrah.

Mungkin, Mungkinkah?

Standar

Ke arah sini! Bias dan tajam. Nampak asing, dan tak biasa. Terkira ke samping. Ternyata bukan. Ternyata ke titik ini. Hanya diam dan bisu. Kosong, kostan. Lanjut tak berandai. Mungkin, mungkinkah? Menjadi padat dan ramai. Menyaut berpegangan lalu mengembang dan bersinar. Aman dan sejuk di dalam gelombang cahaya di sela sela semak. Milik sendiri ingin juga sinergi sehingga jelas titik lurusnya. Ngiangan yang memecah tujuan. Mungkin, mungkinkah? Berjalan dengan santai lalu tersenyum dan tersirat. Seakan telah lama, tapi aku tak ingat lagi masa. Sekalipun ingat, sudah tak ingin lagi. Bergantilah Jemari bergerak mengurangi senyawa yang tak bisa hidup tanpa. Mengurangi raung ringis yang jenuh membosankan. Enggan adalah doa yang tersimpan. Memotong itu, menunggu akan selalu begitu.

Tertunduk saat awan jenuh itu hanyalah sapaan. Sebuah angan yang tak mampu berbahasa dan berkata. Membisu dan membeku dalam doa. Jika berangin, maka jangan pernah terbangkan milikmu sendiri. Aku juga ingin merasakan sejuknya. Punggung yang inginkan berbalik. Jauh yang ingin ku belokkan. Pancaran kebahagian datanglah esok lusa.  Sudah terbuang lalu lalang semu. Sudah terbakar menjadi rasa sendu. Menjadi yang baru. Seutuhnya dan sepenuhnya.

Susah, ku mohon menyerahlah! Jangan mencari, biarkan takdir yang mengundang. Sempit yang selalu menyenangkan, dengan langkah kaki yang beriringan bersama ekspresi. Sebutan yang terus terpetakan tapi tak  jua keluar. Terus menjadi bayang dan jangan pernah siakan. Sulit sekali misteri, kemungkinan yang kini menjadi tanda tanya.

Selubung biru dan hitam dengan protein struktur yang khas yang terlalu tebal. Jika diatas alis , itu akan nampak lebih baik. Pembicara bisu namun jujur ,tanamkanlah hingga semuanya siap berbunga. Biarkan tumbuh walau di habitat berbeda. Jika masa berkembang itu telah tiba, aku akan membiarkan  terjadinya hibridisasi. Mungkin, mungkinkah ?Allah huallam

ABU

Sampingan

Permulaan dengan biru tua dan merah

Ciri khas dan jelas dikenali

Esoknya dengan biru dan hitam

Masih khas dan masih jelas dikenali

Lalu bercorak dan nampak kilas

Dan kemarin abu tegap proporsional

Gelombang cahaya yang tak dapat disinergikan

Suatu saat bisa, mungkin?

Tak seperti sebelumnya,

Gelombang cahaya itu nampak lebih rileks

Tak kaku, dan tak terik adanya

Ditambah barisan tulang yang membuka dari celah

Energi positif menular yang menguatkan

Bisa saja begitu saat awan mencapai titik jenuhnya

Tapi nanti, iringilah dan temui

Berbeloklah lalu gerakkan gelang

Naikkanlah protein struktur agar nampak siratnya

Tebaskan bola tercepat didunia

Kekuatan tangan dan loncatan

Yang Kemarin nampaknya sudah jauh

Dan akan semakin jauh

Karena telah lama terurai

Telah lama terbakar dan menjadi abu

Jadikan abu yang lain, abu yang kini

Abu yang esok

-Mutsar_MF_3814-

Ada Kukang Di Arboretum

Standar

Siang itu aku diusir dari perpustakaan MIPA karena waktunya jumatan. So, kemana yah ??? Ke sekre BPM males ah, sepi juga lagian. Jadi aku memutuskan turun ke gerlam dan menuju salah satu toko peralan tulis. Aku membeli sebuah buku catatan tebal untuk…… , hehe. Di tamtel aku menyalin catatanku ke buku tebal yang baru saja aku beli. Bete deh liat anak – anak SMP itu pada gak ikut jumat. Sedangkan yang di seberang danau lagi mesra – mesraan kaya di drama korea. Bedanya yang ini gak bikin pengen di tonton. Tapi tiba – tiba ada seorang akhwat yang memarahi laki – laki dan perempuan yang sedang pacaran di sebrang, haha. ( mugkin  bikin iri  kalee yah #apasih, astagfirullohh !!! ). Subhanallah, aku jadi malu, habis bingung mengumpulkan nyali. Dan kurang ajarnya tuh cewek – cewek SMP, disamperin lagi akhwat itu bareng gerombolan genknya coba? Dan nyindir gitu, teriak – teriak. Kaya preman gitu. Aku geram liatnya ih, tapi gak mau nanggepin. Mental mereka gak sehat, aku hanya menatap dingin ( loh cerita kukangnya mana??? Haha)

Yupsi, lanjut aku ngeliat gerombolan cowok kloroblas ke Arboretum. Karena kepo, jadi aku tanya Oji yang lagi di saung mas Agus. Akhirnya aku kembali ke D2, lewat Arbor. Arbor lagi rimbun (inget ular kobra ). Padahal tadinya mau lewat jalan Pak Unen. Tapi kaki aku pengen lewat tanaman langka. Dan tiba – tiba aku sama Oji mengambil jalur yang berbeda. Dan jalan yang diambil Oji sesat karena jalur lewatnya air . Dan nampak sesosok mata cantik yang aku gak tau namanya apa. Oji bilang “ Ini kucing bukan har?” #Yakale. Aku gak tahu pastinya apa, mirip tupai, musang dan sejenisnya. Tapi aku kok gak liat ekornya. Dia nampak sendu dan lemas. Beberapa saat mencoba kenalan , nampaknya dia takut sama kita #apalagi Oji. Beberapa saat mencoba ngobrol ramah, nampaknya juga dia tidak menyambut dengan baik. Dia berjalan sangat lambat. Udah di takut – takutin untuk di kejar atau di gretak juga gak lari – lari, haha. Dan bersama Kang kambing dan Kang mamat, diketahuilah, dia kukang Nycticebus sp. Primata dari keluarga Lorisidae. It,s beautiful. Semoga lekas sembuh dan cepat kembali ke habitat, semangattttt kawan. Senang bisa berjodoh, Subhanallah. I never forget with your beautiful eyes!!!!!!

Image

Image

Image

Sumber Gambar :

 

http:// upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/2/2e/Smit.Faces_of_Lorises.jpghttps://www.facebook.com/photo.php?fbid=835210366494426&set=ms.835210366494426.835210749827721.835210803161049.835211249827671.835211609827635.835211736494289.835211959827600.835212173160912.835212399827556.835212626494200.835212733160856.835212866494176.835213016494161.835213143160815.bps.a.835209819827814.1073741827.100000164126570&type=1&theathttps://www.facebook.com/photo.php?fbid=835210366494426&set=ms.835210366494426.835210749827721.835210803161049.835211249827671.835211609827635.835211736494289.835211959827600.835212173160912.835212399827556.835212626494200.835212733160856.835212866494176.835213016494161.835213143160815.bps.a.835209819827814.1073741827.100000164126570&type=1&theaterer

Review Moment

Standar

Moment of last week 😀

1. Aku dikasih buku sama Pak Sunardi 2, yang pertama tentang lingkungan dan yang kedua tentang falsafah ibadah. Plus tanda tangan penulis ” Salam hangat untuk Harni Mutia. ” 😀

2. Aku dipinjemin buku morfologi burung punyanya Pak Ruhiyat, dan boleh di fotocopy. Di Indonesia yang punya buku itu cuma beberapa orang 😀

3.Aku ketemu someone yang gak nyangka bakalan ketemu lagi. Dia pernah nolongin aku. haha. Dan aku seneng. Thanks yups friends. I cant say anything, just say thanks in my heart. Wish Allah guard you always. And Happy forever ever ever ever ever 😀

4. Aku nemuin kukang yang jatuh di Arbor. Dia kesakitan dan unyuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu bingitzzz. Baik – baik ya kawan. Get well soon so can come back to your habitat. Thanks beautiful eyesss !!!!!!!!!!!!!!!!!!

5.Aku jalan – jalan ke kebun pertanian di Ciparanje. Dan pertama kalinya aku ngeliat bunga Manihot glaziovii . Varietas singkong se Indonesia entah se Dunia. Dan ubi cilembu asli yang katanya udah punah 😀