Sampingan

Wanita di cerita itu ingin menjadi air zam zam. Tapi ternyata dirinya tidak sedasyat itu , dia tidak sehebat itu. Dan ketika menjadi sumber dari masalaj, bahkan dia tak mampu menolong dirinya sendiri. Jadi dia binging bagaimana harus memposisikan dirinya setelah kejadian itu. Kenyataannya dia tak mampu menjadi penenang bagi sang imam. Dia hanya ingin menjadi aaawanita yang mendampingi dan senantiasa meringankan. Dia hanya mampu berdoa dan memberi semangat. Dia merasa  menjadi penyebab kerumitan  dan dia tak tahu bagaimana memaafkan dirinya 

weekend

Standar

Lagi ga semangaaaaatttt.suaraku seperti Bufoo krok krok.  Tapi ada yang bilang kalo lagi flu batuk pilek suaranya seksi # eh tolong. Malam ini lagi males  banget buka lappy bosannnn  tidak makalah biokim, makalah  fistum, ppt,uts verteb #  nyesel senin kmrin malah cucurhatan sama upeh  jadi harus belajar  hemmmm. Enaknya merhatiin dosen pas mau ujian tinggal review aja hiks hiks hiks. Belajar merajut dan hampir putus asa haha I won’t. give up. Cumunguddd kalo udah lancar cari benang yang cucokkk…. Pengen baca novel tapi  lagi ndak punya novel terbaru yang menye2. Biarin di sebut lebay  juga yang penting  inspirasi nya. Lagi suka novel2 tentang cinta dalam islam.Islam tuh romantis. Dan memuliakan wanita,menjaga,menghormati,Sunhan Allah. Jadi suka membayangkan sebuah pernikahan yang Lillahitaala. Bahagianyaaaa….  # sadar diri har. Haha kayanya aku masih harus banyak belajar untuk memantaskan diri di nikahi seorang ihwan. Sebelum masa nanti ada yang memutuskan dan menjanjikan #sudahlah haha. Drama korea banyak yang belum di tonton sih tapi bore ahhhh 

 

Give Up

Standar

Lendir yang tertahan di rongga – rongga saluran pernafasan. Syaraf yang terus saja mengkodekan ada sesuatu yang salah dalam tubuh. Sinyal yang diterjemahkan dengan rasa nyeri. Antara dada dan pankreas yang tertusuk dan membuyar ke perut. Suhu rendah yang kembali menyakitkan. Malam – malam hujan yang kembali melemahkan. Bahu yang terasa berat dan jiwa – jiwayang pasrah Bagaimana harus menggambarkan seluruh gejolak terganggunya tubuh. Hanya dengan bisu, nafas terengah, dan tulang  belulang yang ngilu. Semua bertanya tentang pucat pasi seakan terluka. Bibir yang mengering dan suhu yang menghangat.. Bagaimana cara untuk mengasihani diri sendiri???? Rabb tubuhku milikMu, Jiwaku milikMu, Waktuku, semuanya yang didiriku. Ringankanlah jalanku

Child

Standar

Anak kecil yang kelelahan berjalan. Mereka jongkok dan sulit untuk kembali di ajak berdiri. Bokongnya berat. dan ingin di gendong. Ingin di papah dan ingin di bujuk. Dan saat itu anak kecil itu digendong dan dimengerti oleh saudaranya. Dia dan bicara pelan – pelan dan di masuki dunianya.  Dia di buat tersenyum dan semakin manja. Dibuat nyaman, dan semakin dekat.  Di nasehati dengan lembut dan diberi motivasi.Di stimulasi untuk bercerita tentang mimpi, masa depan, dan masa kini. Anak kecilitu pun ingin tahu cerita tentang kehidupan saudaranya. Tapi saudarnya bilang dia belum cukup dewasa. Belum cukup waktu untuk mengetahui semuanya. Anak keil itu bingung, namun tetap menunggu sampai masa itu tiba. Pelajaran yang mengisi hari – harinya menjadikan anak kecil itu mendewasa. Lebih mengerti dan ringan. Meskipun sifak kekanakkannya tak mampu hilang. Ketika saudaranya semakin sibuk, dia kehilangan waktu untuk bermain bersamanya.Dia kehilangan waktu untuk bermanja dan bercerita. Namun anak kecil tetap menunggu. Anak kecil akan tetap berharap saudaranya pulang di weekend dan kembali bermain bersamanya. JIka suatu saat saudara sudah menemukan fokus yang lain. Karier dan keluarga, anak kecil juga akan menunggu. Tetap menunggu ia akan mengunjunginya. Tetap menunggu ia akan memberi ice cream padanya. Dia hanyalah anak kecil yang menemukan zona nyaman dan bahagia. Dan itu sangat lebih dari cukup baginya.Dia tetap menunggunya pulang membawa kabar bahagia. Menunggunya datang membawa cerita. 

Air Zam Zam

Standar

” Aku ingin menjadi air zam- zam, kirstal air terindah dilengkapi mineral dan vitamin yang berfungsi sesuai doa yang dipanjatkan.”

” Kalau begitu kamu bisa menjadi bunga berwarna kuning yang senantiasa bermain bersama, menjadi keramaian di tengah kesunyian, menjadi pendengar dan pembaca ekspresi di sela kelelahan, menjadi tujuan rasa bayang, menjadi setengah bagian setelah menyatu.”

Tak mampu ku melawan fitrah anugrah yang Allah berikan. Namun tak ingin ku jua menodainya sebelum masa itu tiba. Aku sesungguhnya merasakan ketakutan. Karena aku manusia biasa dan kata – kata yang selalu terngiang di telingaku ” jangan pernah merasa, diri kita paling beriman.” Rabb bagaimana ini? sungguh aku berserah kepadaMu seutuhnya dan sepenuhnya. Aku manusia biasa yang sangat mungkin idealisme yang dipegang akan di inkari dan mencelakai diri sendiri. 

Pertemuan yang baik dengan niat yang baik. Lalu apa selanjutnya? siap? tidak!aku hanya berdoa dalam sabar menahan dan mengendalikan. Aku ingin menjadikannya anugrah yang menguatkan dan senantiasa menjaga. Bukan menggoyahkan dan menggoda Bukan kemudaratan yang menyesatkan, tapi berjalan beriringan dengan sekat kesabaran dan istiqamah, dengan sekat mengendalikkan dan berpasrah, dengan sekat kesyukuran dan tawakal.

Entah apa yang seharusnya aku jelaskan? jujur aku resah, aku takut mencampur adukkan yang benar dan salah lalu mnganggapnya benar. Aku hanya ingin menjaganya tetap di dalam karuniaNya. Rabb, jagalah akal, hati, dan diri kami.Beri petunjuk untuk menjadikannya karunia yang murni.

Yaa Rahman Yaa Rahim

Standar

SibhanAllah, Allah itu sayang banget sama aku. Astagfirulloh, aku aku malu Rabb.

Hari itu hari selasa waktunya UTS phanerogamae. Aku baru pulang malem, lupa habis ngapain. Lalainya aku, sampai jam sembilan malam, itu catatan belum juga di buka. Lalu di reviewlah sekitar tiga bab. Sambil buat resume dan ngerjain tugas. Setelah selesai mulai lagi review dan membuat mindmap catatan kecil. Sampai hampir tengah malam aktif di media sosial, dan ketiduran. Jam tiga pagi belajar pun berlanjut. Beberapa jam menjelang subuh catatan ditumpuk beserta tugas untuk di masukin ke dalem tas.Aku dianter Mama sampai bunderan Cibiru. Lumayan macet, dan aku pun memilih jalan dulu untuk menghemat waktu. Dan ketika membuka tas, ternyata tugas dan catatan pun ketinggalan. Niat baca di angkot gagal, dan tugas????Sampai kampus Lab.Biodas masih sepi. Mana gak bawa kertas, cuma bawa kotak pensil, jadi aku harus ngerjain gimana? mulai panik dan sedikit stress. Shalat duha dulu, meminta pertolongan. Datang teman ku dari kimia, dan minta kertas. Ngebut ngerjain, Alhamdulillah selesai. Meskipun mungkin usahanya gak seperti kemarin. Kembali ke Lab biodas teng pas soal dibagiin. Dan Alhamdulillah UTS dan tugas pun telah dilaksanakan.

Hari dimana UTS fiswan, hah -_-, temen – temen kelompok aku belajar dan ngerjain lapak sambil nangis. Aku juga pengen nangs sebenernya, tapi untung ada kawan. Jadi semangat dan pura – pura gak cengeng. Lapak lima dan lapau dua fix, hari libur ngapain aja?#nyesel. Jam delapan malam target kertas yang harus di tulis masih 20 lembar ;(, Bismilah aku ngutamain belajar!!! sampai jam satu malam,lapaun masih kurang 4 lembar( mana gak punya masteran, kesimpulan ada yang bolng ;( ). Dan setelah UTS fiswan, aku bener2 bingung, gak semangat, Gak tahu harus mulai darimana. Suhu badan mulai tinggi dan berkeringat dingin. Mata terasa sangat berat. Alhamdulillah, ada Alil, hehe dia kebetulan minggu kemarin modul 6 dan aku boleh nyuntek lapaw nya. Aku udah mumet banget nyari materi di perpus. Lapau selesai, tinggal ngelengkapin lapak. Karena keadaan sedang memburuk, semua orang pada sensi.Hmm belajar buat kuis praktikum, bener – bener gak masuh ( cenat -cenut ) Astagfirulloh. Aku pasrah. Dan aku pun shalat dzuhur. Lupa lampiran belum di print, sambil nungu mukena. Ke geologi buat ngeprint, eh di tengah perjalanan, lupa ga bawa uang. Astagfirulloh. Balik lagi ke mesjid, shlat dulu. Ternyata banyak juga yang belum mengerjakan lapak. Tapi tetep aja gak semangat. Pas masuk paktikum, Akang asdos bilang” Maaf saya buru – buru, mau ada bimbingan, maaf yah !”  Senangnya hari itu. Praktikum sambil main – main. Dan ngerjain lapak, haha .Alhamdulillah selesai juga ;D