Surat yang terlambat disampaikan

Standar

“Lomba menulis surat untuk Jokowi”

Bandung, 20 Juni 2014

Kepada Yth

Bapak Ir. H. Joko Widodo

di

tempat

 

Assalammualaikum wr wb,

            Salam sehat dan sejahtera untuk Bapak sekeluarga. Semoga senantiasa dilindungi  oleh Allah SWT.  Nama Saya Harni Mutia Sara, Saya adalah mahasiswa Biologi Universitas Padjadjaran. Alhamdulilah, merupakan suatu kebahagiaan dapat bersilahturahmi dengan Bapak sebagaimana seorang yang akan dipimpin lebih dekat dengan calon pemimpinnya.

Saya mengucapkan terimakasih sebesar – besarnya atas pengabdian Bapak untuk rakyat selama ini. Semoga ibadah yang Bapak perjuangkan menjadi berkah dan diridhai oleh Allah SWT. Insya Allah amanah tidak akan jatuh kepada orang yang salah. Semoga jika Bapak menjadi pemimpin negeri ini kelak, Indonesia dapat menjadi tempat berlindung yang semakin nyaman bagi rakyatnya. Yang dipimpin menjadi lebih loyal dan percaya pada pemimipinnya. Indonesia tetap menjadi dirinya sendiri. Menjadi besar, maju, sejahtera dengan potensi dan ciri khasnya. Dengan kekayaan budaya dan alamnya. Hingga menyimpan kesan dan kerinduan bagi warganya dan warga negara asing.

Sebagaimana seorang yang dipimpin menyampaikan aspirasi kepada calon pemimpinnya, saya hanya ingin bercerita tentang mimpi tak beralasan semasa dini. Mimpi Saya adalah membeli hutan Indonesia. Lalu ketika saya ditanya untuk apa? Saya hanya menjawab, bukan untuk apa –apa. Saya hanya suka melihatnya, hijau. Cita – cita tak beralasan semasa kanak – kanak itu, kini sudah Saya temukan alasannya. Dan Saya yakin itu merupakan salah satu prioritas Bapak. Melaksanakan pembangunan tanpa mengorbankan lingkungan. Menghormati tanah, air, dan udara.

Semoga cerita singkat Saya berkenan dihati Bapak. Semoga silaturahmi ini menjadi berkah dan Bapak senatiasa panjang umur. Mohon maaf bila ada hal yang tak berkenan.

Wassalammualaikum wr wb

Hormat Saya,

 

Harni Mutia Sara

Hay HIjau

Standar

Saat itu keadaanya amat sangat sekali rempongs. Rasanya pengen teriakk. Surat, tor, lpj, daftar nama sekolah, hussttt, somebody help me???? Masih keringetan lalu dibasuh wudhu itu rasanya? Subhan Allah,,, saking pusingnya, cuci muka sampai kerudungngku basah. Hmm!!! Lagi sholat, masih aja keterlaluan, di teleponin. Mom -_-!!! Jalani, semangat #so tegar. 

Lagi jalan dengan mata terfokus pada handphone, ada suara tak asing mengagetkan dari waroeng Bu mipa, aku hanya menengok dingin lalu fokus kepada handphone kemabali.”Eh Hayyyyy.” Aku membalas sapaannya  namun melihat ke handphone.Maaf yah memang gini adanya kadang lemot. Si baju hijau itu tumben bisa lihat penampakkannya di sini. Jarang sekali!! Tapi ingin bilang “hay apa kabarrr???”long time no see !!

Pantas saja kini jadi idola, terutama semenjak ….entah berapa banyak wanita yang kagum dan mengeluh – eluhkan. Hey brother, it’s really. Do you know that??? Your cut your hair, right? Yah semoga selalu baik – baik saja dan tetap semangat. Terimakasih banyak senyum sapaanya. Do you know, I want to hear your story again. Do you want hear my story again ? hehe the most important thing is happy always, healthy always, brother……………

Prabulan Sabit

Standar

Seorang raja di sebuah dongeng menemukan  seorang gadis penjaga hutan. Raja begitu hangat, dan memperlakukan sang gadis istimewa. Dia sangat halus namun tak mengurangi kewibawaannya. Di bawah pohon ficus raja bercerita sambil tersenyum. Senyumnya senada, senada dengan langit yang juga tersenyum. Gadis memberinya buah hitam yang manis dan buah merah yang masam.Gadis senang melihat raja menghabiskan semua buahnya. Dia tak menyangka akan bertemu dengan Raja. Senangnya bisa dikenal setelah selama ini tak ada yang memanpandang.

Malam di hutan amat sangat dingin. Raja yang gagah memberinya pinjaman mantel hangat berwarna merah dan biru. Yah sama seperti cahaya yang mudah di serap oleh tumbuhan. Membantu mereka untuk fotosintesis.Menghasilkan energi dan oksigen. Gadis sebenarnya sangat menghawatirkan raja yang dadanya menerpa angin. Tapi Raja bilang masih ada tameng dada kerajaan. Gadis sudah terbiasa di hutan, tapi Raja? Gadis takut angin membawa debu yang membuat mata Raja iritasi. Takut angin membawa debu yang merasuk ke dalam paru. Seperti sebuah malam impian. Raja akankah kita bertemu lagi?

Gadis mencuci mantel Raja dengan wangi – wangian bunga alami. Gadis harap Raja senang, dan merindukan kembali wangi itu.Tapi Gadis tau di Istana sana, pasti banyak wangi – wangian yang istimewa. Banyak buah – buah istimewa. Tak apa Raja, pernah mengisi hari Raja saja sudah tak mampu Gadis ekspresikan. Dan Gadis bawakan susu segar yang dicampur dengan buah strawberry. Harapan agar Raja selalu sehat, penuh cinta, dan bahagia. 

Kisah itu telah lama berlalu. Gadis hanya tersenyum mengingat singgahan Raja yang tak terduga. Sekarang Gadis hanya melihat Raja dari hutan sini. Di seberang danau. Melihat Raja yang penuh semangat dan amat dibutuhkan. Gadis penjaga hutan akan tetap disini Raja, menjaga pohon dan bersahabat dengan binatang. Jika suatu saat Gadis ke istana mungkin hanya akan tinggal di kebun yang luas. Datanglah sesuka hati Raja jika rindu dengan oksigen di hutan, dengan buah segar yang langsung dipetik, dengan suara – suara hutan yang damai. Prabu, maafkan atas pertemuan dengan gadis hutan yang mungkin membebani. Kau memimpin ribuan rakyat dan generasi muda menjadi tanggung jawabmu. Jangan lupa pimpin dirimu sendiri. Sehat, sejahtera, selamat, dan bahagia. Gadis berjanji tidak akan berdoa pada Tuhan untuk Raja masuk neraka. Gadis hutan mungkin akan tetap menjadi gadis hutan, bukan permaisuri. 

Menikah, Mengabdi,Menjaga Lingkungan dan Terus Menuntut Ilmu

Standar

Mimpi itu ibarat nyawa, semangatnya muda mudi. Berbicara tentang membangun maka kita juga berbicara tentang mimpi yang berusaha di realisasikan. Tak perlu berat memperdulikan hasil dan tercapainya kelak, karena itu bukan kuasa kita. Yang terpenting adalah prosesnya. Tentang pernikahan, pengabdian, menjaga lingkungan, dan terus belajar, itu merupakan poin – poin yang menjadi idealisme para muda. Karena sisi ku sebagai wanita, hal – hal tersebut sering kali sulit untuk di wujudkan.Terutama  ketika status menjadikan kita seorang istri maupun pegawai. Oleh karena itu aku ingin berkarir di bidang wirausaha yang berasas kesejahteraan bersama. Yah usaha yang di kelola bersama dengan masyarakat. Dengan berbasis lingkungan tentunya.

Aku sedih melihat rakyat Indonesia yang sebagian besar memiliki waktu hanya untuk mencari makan. Penghasilan mereka habis untuk perut hari ini.   Lalu keesokan harinya mereka bekerja kembali, dan hasilnya digunakan kembali  untuk makan dan terus begitu. Memiliki waktu yang sama namun habis untuk bertahan. Investasi pendidikan? Wisata? Sedekah? Menunaikan rukun islam ke 5? Mereka tidak berkembang, sehingga tingkat kejenuhan dan stress lebih tinggi. Itulah kenapa ketika suatu saat aku menjalankan fitrahku sebagai wanita, menjalankan sunnatullah, tapi tetap mengabdi, menjaga lingkungan, dan ingin terus menuntut ilmu. Berharap seluruh  para muda Indonesia memiliki misi yang sama meskipun cara yang berbeda.

Mimpi yang sederhana namun sulit  dalam mewujudkannya tentu butuh semangat dan doa yang kuat. Setiap orang punya langkah berbeda untuk membangun masa depannya. Ini caraku. Bagaimana caramu?

  1. Meniatkan semua yang kita lakukan sebagai ibadah. Karena aku muslim, tentunya sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT. Karena kita hanya punya kehendak, tidak punya kuasa. Yang ku dapat dari mentoring “I’m nothing without Allah.”
  2. Menuliskan semua mimpi – mimpi yang ingin dicapai. Ini hal sederhana, namun sangat bermanfaat untuk mengingat idealisme. Seseorang pernah berbicara saat mentoring organisasi “ Jenuh itu tidak ada, kita hanya sedang kehilangan idealisme.”
  3. Bercita – cita menjadi wirausaha, penjaga lingkungan, dan penggiat kegiatan sosial , berarti harus berkumpul dengan orang – orang yang memiliki nyawa yang sama. Mengikuti komunitas, organisasi, seminar, membaca buku, dan praktek tentunya. Bangkrut, bosan, dan mengulangi kesalahan yang sama itu biasa. Motto hidupku “ Tidak peduli seberapa sering kita terjatuh, karena yang terpenting adalah seberapa sering kita bangkit setelah jatuh.”
  4. Investasi dan menabung tidak dalam bentuk uang rupiah. Maafkan aku Indonesia, namun pendapat yang pernah di ucapkan temanku ini benar. Nilai rupiah terus saja turun. Ayo para muda, PR buat kita nih!!! Misalnya bentuk emas, mata uang yang cenderung stabil, investasi usaha yang di kelola bersama.
  5. Mencari inovasi sesuai bidang keahlian kita. Mendekati orang – orang yang telah menggeluti bidang tersebut terlebih dahulu. Memperluas jaringan, dan terus belajar. Karena kita bisa dapat inspirasi, motivasi, dan memodifikasi ilmu tentunya. Salah satu dosenku bilang “Bukan tidak ada pekerjaan, orang – orang saja yang enggan bekerja, jangan mengharapkan gaji dari manusia , tapi dari Allah SWT.” Hal yang sering kali kita lupakan.Dan “ Dont start too late”
  6. Soal pernikahan, kata sebuah akun twitter islami “Jatuh cinta itu tidak dosa, tergantung mau dijadikan halal atu haram.”Jadi saat seseorang memiliki fitrah sebagai laki – laki dan menghampiri kita tak ada salahnya untuk membicarakan pernikahan. Jika belum jodoh maka terus belajar dan pantaskan diri untuk diamanahi sebagai istri/suami. jika berani berkomitmen maka jalankan keistiqamahan untuk bertaaruf. Aku terispirasi dari sebuah puisi “ Cintai aku dibawah cintamu kepada Allah.” Karena dengan begitu, laki – laki akan mempertanggungjawabkan kita (wanita) kepada Allah SWT. So dont worry!
  7. Menjaga lingkungan itu mulai dari hal sederhana saja contoh menjadikan tas kita sendiri sebagai tong sampah.Impian rumah sederhana dengan halaman yang sangat luas. Tentunya dengan ekosistem yang baik. Perkebunan dan peternakan sederhana dengan pakan organik, pupuk organik dan pestisida alami. Memanfaatkan SDA dengan bijak dan menghargai tanah, air, dan udara. Dengan sistem dan ilmu yang benar tanpa ketamakkan. Dan mementingkan kesejahteraan bersama. “Lingkungan tanpa kita akan baik – baik saja, tapi apa jadinya kita tanpa lingkungan?”
  8. Terus menuntut ilmu, meskipun tidak pintar, tapi Tuhan tidak akan melarang kita untuk terus belajar bukan?

Kakekku bilang, menikah yah menikah, jalani bersama keluarga. Terus mengabdi ,menjaga lingkungan, mensejahterakan, dan terus menuntut ilmu. “Tidak perlu menjadi orang besar untuk melakukan hal – hal yang manfaatnya besar.” Bermimpi itu indah kan kawan??(bdg, 1/6/14-ms-)

 

Aku hanyalah ruh

Standar

I’m nothing without Allah. Rabb, sebuah novel ingatkan aku bahwa aku hanyalah ruh. Bahkan fisikku ini hanyalah titipan.Yah kadang aku lupa dengan hal itu. Aku lupa jika dunia hanya sementara, aku lupa jika ini semua semu, fatamorgana. Seperti bahagia saat dibayangkan, saat menjadi kenyataan nampak biasa saja.Dan setelah itu mengingnkan hal yang lebih dan terus demikian.Aku sering kali menyuruh kesulitan untuk menyerah, padahal itu kode kalau aku sudah menyerah dengan kesulitan.

Lalu Aku menghindari tangis dengan tertawa. Aku menghindari sedih dengan bahagia. Aku menghindari kenyataan bahwa inilah hidup!!! Ada fasenya, ada kurvanya, aku terlalu pengecut, aku terlalu pecundang, aku terlalu malas menghadapi dunia yang meresahkan. 

Kadang aku bertanya, apakah hidup orang lain sesulit hidupku??? stupid, tidakkah Allah selalu menyapamu. Indahnya merasakan transparansi hati saat menjelang subuh. Dan selalu bersemangat saat pagi tiba. Ingat girl bukan bahagia karena bersyukur, tapi yang bersyukur yang akan bahagia!!!!