cara Allah mengajarkan kita tentang kekuatan, kebijaksanaan, keberanian, cinta dan nikmat.

Standar

Dari Novel yang mengkisahkan cerita nyata. Doa seorang panglima perang islam yang berhasil kembali merebut Yerussalem. Inilah salah satu jalan cara Allah mengajarkan kita tentang kekuatan, kebijaksanaan, keberanian, cinta dan nikmat.

Aku meminta kekuatan, Allah memberiku kesulitan untuk diatasi.

Aku bertanya tentang kebijaksanaan, Allah memberiku masalah untuk diselesaikan.

Aku meminta keberanian, Allah memberiku rintangan untuk diatasi.

Aku meminta cinta, Allah memberiku orang – orang yang bermasalah untuk dibantu.

Aku meminta nikmat, Dia memberiku peluang

Aku tidak meminta apa- apauntuk diriku, tetapi aku mendapatkan semua yang aku butuhkan.

Shalahuddin Al – Ayyubi, Panglima Perang Penakluk Pasukan Salib, Yerussalem, 1187 M-

Semoga bermanfaat B-)

Dua Kekuatan Besar #Palestine

Standar

 

Sampai kapan akan berakhir? Sampai Islam futuh. Sampai di dunia hanya ada dua kekuatan besar . Kita akan berada di pihak mana???

aku ingin membahas dengan melihat dari kebenaran sejarah, kebenaran firman, dan kebenaran ayat Allah. Salah satu ayat yang ku baca Al- Maidah : 82

“ Pasti akan kamu dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, ialah orang – orang yahudi dan orang – orang musyrik…………………………………………”

Ayat –ayat sebelumnya di surat Al – Maidah : 20-32, Asy- syuara 1-82 dan ayat – ayat lain di Al – Quran menjelaskan mengenai kehidupan kaum Nabi Musa as ( Bani Israil ). Sedikit membahas keraguan tentang bangsa Yahudi terhadap ajaran tauhid (Dien Islam) , mereka mengatakan kepada Musa as:

“ Hei Musa katakan kepada TuhanMu berikan kami kekayaan.”

Setelah diberi kepintaran mereka masih merasa ragu, lalu mereka meminta

“Katakanlah kepada TuhanMu kami meminta kepintaran.”

Dan terakhir “Tunjukan TuhanMu kepada kami.”

Saat melihat cahaya Allah, Nabi Musa sudah tidak sanggup. Dan bangsa Yahudi kembali mencaci Nabi Musa. Tapi sesungguhnya mereka tahu tentang kebenaran Tuhan, tapi mereka saja yang memang inkar.

Lihatlah peristiwa zaman ini, perlindungan perang negara yahudi belum menjadi tandingan. Ketika serangan bisa dipatahkan di udara sebelum mengenai pemukiman atau sampai ke darat.Subhan Allah. Jadi apa yang telah kita lakukan sebagai pelayan umat ? hamba Allah? Untuk sistem Islam.

Siapa Lagi Teman Kita Yang Sahid ?? #TanahSuciPalestin

Standar

Banyak orang yang terharu, siap menjadi Mujahidin. Subhan Allah. Tapi, Negara kita pun masih sangat membutuhkan para mujahidin kawan. Dengan perang dan pengorbanan yang lain. Sebelum Islam futhuh. Ini mengingatkan aku pada saudara – saudara ku di Iran, Pakistan, Saudi Arabia, Lebanon. Kini mereka menghilang dan sulit dihubungi (chatting). Saat anak – anak Indonesia galau tentang SBMPTN, dan urusan dunia lain. Mereka sedang konflik tentang memperjuangkan agama Allah di masing masing negara, kayanya terlalu panjang kalau aku cerita, hehe.

Masjidil Aqsa adalah salah satu dari tiga tempat yang Allah lindungi. Sesungguhnya mereka saudara – saudara kita yang sekarang berada disana kini di dalam ketenangan dalam keyakinan. Mungkin aku akan dibilang gila dan tidak berperikemanusiaan. Karena “AHAD”.

Yah ini diceritakan oleh seorang akhwat. Ketika terdengar suara bom. Semua orang keluar, dan anak – anak palestine berkata “ Siapa lagi teman kita yang sahid?”. Subhan Allah (terharu T-T ,pasti mau bilang aku lebay). Dan ketika salah seorang kehilangan sebelah kakinya dia hanya berkata “ Kaki ku sudah terlebih dahulu masuk ke dalam surga, nanti aku akan menyusul, Insya Allah.”

Ketika cita – cita dan impian kita menjadi bla – bla – bla. Anak – anak Palestine bercita – cita menjadi Hafizh Al – quran, agar bisa menjadi bagian dari tentara Al-qasam. Dan menjadi Mujahidin Dien Islam.

Semoga ini bisa menjadi inspirasi untuk meluruskan niat seluruh aktivitas dan impian kita agar tidak sia – sia. Menjadi jati diri yang sejati, yaitu berfungsi sebagai hamba dan Khalifah, berperan mengemban amanah, dan bertugas untuk beribadah.

OW3

Standar

Pertama aku ingin membahas OWA (Observasi Wahana Alam), karena lagi ngerjain upe floring hehe. Tapi ini Owa aslinya, hehe. Jadi Owa Jawa itu primata yang berasal dari keluarga Hylobatidae. Owa ini merupakan hewan endemik Jawa loh, jadi kalo mau nyari ke pulau manapun. Dijamin gak akan nemu, cuma di Jawa. Sekarang Owa udah mulai langka loh. Tahu kenapa? karena mereka adalah hewan monogami,jadi kelompok Owa hanya terdiri dari satu jantan dan betina. Berbeda dengan primata lain seperti Macacca, lutung, dll yang kelompoknya begitu banyak dengan seorang pemimpin. Jadi yah owa tuh hidupnya dihabiskan dengan pasangannya. JIka mereka punya anak, saat anak itu menjelang remaja maka anak itu akan mencari pasangannya. Dan yang lebih so sweet lagi disaat salah satu mati, maka pasangannya tidak akan kawin lagi.Dan gak lama kemudian juga mati. Mungkin gak bisa bertahan karena si belahan jiwa gak ada kali yah? -_- Tapi filosofi nya endless love bangetlah ini. Gak cuma Owa sih yang punya kisah romantis, tapi juga buaya (jadi buaya tuh sebenernya setia kawan!!!), surili, dll. Kalo kepo searching aja deh, hehehe

SALAM LESTARI SALAM KONSERVASI

Ingin bersama siapa kita berkumpul kembali?

Standar

Allah yang mengatur setiap detik kehidupan. Denyut jantung, aliran darah, yang andaikan semua orang tahu sistemnya. Pasti akan sadar bahwa kita tak bisa hidup sendiri, ada Zat Maha Agung yang mengatur kita. Sebuah novel mengatakan bahwa pertemuan merupakan perpisahan yang tertunda. Tapi aku terlalu takut untuk mendefinisikan pertemuan demikian.

Allah memiliki jalan bagi orang – orang yang saling mencintai untuk menjadi teman, sahabat, keluarga, dan pasangan sejati. Melalui cinta yang saling terhubung dan mengukuhkan di bawah cinta kita terhadap Sang Pemilik Cinta. Saling mengingatkan dan berjuang dengan misi yang sama. Yaitu menggapai RidhaNYa.

Sadar atau pun tidak. Allah telah menjodohkan kita dengan orang – orang yang memiliki misi yang sama. Mereka adalah cerminan, penguat, dan penyelamat. Karena kebaikan manusia itu relatif, berbeda dengan Allah,” mutlak”. Jadi ingin bersama siapa kita berkumpul kembali kelak? Merekalah orang -orang yang kita cintai.

Aku memang tak tahu tentang kepantasan Surga,tapi terlalu takut dengan Neraka, Nauzubillah. Tapi fitrah setiap manusia tahu dan telah berjanji sebelumnya.

#diselaselamengerjakanusulanpenelitian

Out Of The Box

Standar

SAM_0185

 

Jika kawan berpikir ini kalong aku berpikir ini “tikus bersayap”

 

SAM_0182

 

 

Jika kawan berpikir ini kalong yang menutup mulutnya dengan kaki aku berpikir dia sedang berekspresi “oh no camera!”

SAM_0168

JIka kawan berpikir ini lotus berwarna ungu , aku berpikir “di dalemnya ada peri gak yah?”

SAM_0181

JIka kawan berpikir ini kalong yang merentangkan sayap aku berpikir ” jenis kelaminnya itu apa yah?”

Inovasi????? #menungguhujanreda

Karena Aku Malu Untuk Bersikap Zalim

Standar

Sakitnya orang beriman adalah ibadah. Sabarnya orang beriman ketika sakit adalah sabar untuk tetap menunaikan ibadah. Ada empat hal yang diambil dari diri kita ketika kita sakit. Empat hal tersebut di genggam oleh masing masing malaikat.
1. Malaikat kekuatan yang mengambil kekuatan kita sehingga kita menjadi lemah
2. Malaikat perasa yang mengambil kenikmatan saat kita merasakan makanan
3. Malaikat cahaya sehingga wajah kita pucat pasi
4. Malaikat dosa yang menggugurkan dosa – dosa kita
Ketika kita masih diberi kesembuhan dan kesempatan untuk terus melanjutkan kehidupan. Allah akan mengembalikan apa – apa saja yang telah malaikat ambil. Namun satu hal yang tidak Allah kembalikan yaitu dosa. Allah berkata
“ Sungguh Aku menzalimi dia jika Aku mengembalikan dosanya, Aku telah menghilangkan nikmat kuat, rasa, dan cahayanya, lantas tidak mungkin Aku mengembalikan dosanya juga.”
Subhan Allah, Rabbi kita begitu mencintai kita dan enggan untuk menzalimi kita. Semetara kita? Sering kali lupa untuk berbuat zalim terhadap Allah, Rasul, diri sendiri, orang tua, saudara, sesama, semesta. Astagfirulloh Rabbi..

Aku Merasa Istimewa (Gelang Merah Putih)

Standar

Aku lupa jika hari itu adalah hari jumat. Dari sebuah Sekolah Menengah aku pamit pulang kepada kawan partner dan kawan para calon mahasiswa. Hari itu aku diberi benih semangka oleh salah seorang sahabat. Jazakillah. Lantas aku bergegas menuju kampus untuk sebuah acara. Acara Ta’lim silaturahim bersama para sahabat dan teman – teman SLB.
Salah satu wajah diantara mereka nampak familiar. Yah anak yang itu, yang memakai baju china. Mungkin dia berperan sebagai orang china di kabaret yang akan ditampilkan. Namanya Ina, aku tidak tahu nama asli dan lengkapnya. Kami pernah bertemu saat aku diminta menjadi tutor oleh Taman Ilmu Bem Kema.
Saat pertama dia melihatku, dia memeluku dan bersikap manja. Bahkan saat itu aku belum memperkenalkan diri. Lalu dia memberiku hadiah sebuah gelang berwarna merah putih. Gelang yang terbuat dari karet sederhana. Memang harga tak seberapa tapi aku merasa menjadi sosok yang istiewa diberi hadiah itu.
Flashback saat aku berada di pulau Karimun, dua orang wanita kecil dan seorang lelaki kecil dengan malu – malu menyodorkan buah jambu air merah yang masih bertangkai. Mereka tersenyum dan ragu. “Untuk siapa?” kataku. “ Untuk mba” Lalu aku mengambilnya dan mereka berlarian. Menggemaskan!! 
Suatu kebahagiaan yang hanya bisa dirasakan. Aku merasa betapa Allah sangat menyayangi aku. Dan begitu banyak bentuk kasih sayang Allah melalui orang –orang, para sahabat, saudara, binatang, dan nikmat mana yang kau dustakan???

Kisah Fiksi Yang Tidak Bisa Diterima Logika

Standar

Setiap kali membaca, menonton, dan mengingat perjuangan Rasulullah. Yang ada dipikiranku adalah kisah yang luar biasa. Alur yang indah, rapi, penuh kejutan, dan khayalan tingkat tinggi. Begitu luar biasa dan selalu membuatku speechless dan bilang ” imposible

Yah karena Allah yang menulisnya, karena Allah yang mengatur skenarionya. Itulah kenapa akal dan logika kita yang dangkal sulit menerimannya. Tapi dengan iman bisa kawan, semuanya amat nyata dan benar. Lalu akal dan hati kita menjadi sama. Melihat tanda – tanda kebesaranNya dan merasakan kedamaian bersamaNya.

Melihat perjuangan Rasul bersama para sahabat yang begitu membuat terharu. Mungkin aku akan dibilang lebay, tapi apakah tidak ada pertanyaan didalam benak kita semua, mengapa orang – orang ini begitu rela mati dalam mencintai Rasulnya? Bahkan Surga yang dijanjikan pun belum pernah mereka melihatnya. Tapi itulah kebenaran yang nyata. Betapa indah setiap kata – kata yang Rasul tuturkan. Betapa tenang dan nyata setiap ungkapan dan prilakunya. Subhan Allah.

Hal yang tidak bisa membuatku menahan air mata, adalah menjelang Rasulullah meninggal. Ketika malaikat perlahan – lahan mencabut nyawanya. Dan saat Ia merasakan sakitnya, yang  ada dipikiran,  yang dikhawatirkan, yang ia ucapkan adalah “Umatku, Umatku.”. Subhan Allah semoga kita termasuk ke dalam umatnya hingga akhir zaman.Ammin Yaa Rabb

Setiap kali membaca, menonton, dan mengingat perjuangan Rasulullah. Yang ada dipikiranku adalah kisah yang luar biasa. Alur yang indah, rapi, penuh kejutan, dan khayalan tingkat tinggi. Begitu luar biasa dan selalu membuatku speechless dan bilang ” imposible

Yah karena Allah yang menulisnya, karena Allah yang mengatur skenarionya. Itulah kenapa akal dan logika kita yang dangkal sulit menerimannya. Tapi dengan iman bisa kawan, semuanya amat nyata dan benar. Lalu akal dan hati kita menjadi sama. Melihat tanda – tanda kebesaranNya dan merasakan kedamaian bersamaNya.

Melihat perjuangan Rasul bersama para sahabat yang begitu membuat terharu. Mungkin aku akan dibilang lebay, tapi apakah tidak ada pertanyaan didalam benak kita semua, mengapa orang – orang ini begitu rela mati dalam mencintai Rasulnya? Bahkan Surga yang dijanjikan pun belum pernah mereka melihatnya. Tapi itulah kebenaran yang nyata. Betapa indah setiap kata – kata yang Rasul tuturkan. Betapa tenang dan nyata setiap ungkapan dan prilakunya. Subhan Allah.

Hal yang tidak bisa membuatku menahan air mata, adalah menjelang Rasulullah meninggal. Ketika malaikat perlahan – lahan mencabut nyawanya. Dan saat Ia merasakan sakitnya, yang  ada dipikiran,  yang dikhawatirkan, yang ia ucapkan adalah “Umatku, Umatku.”. Subhan Allah semoga kita termasuk ke dalam umatnya hingga akhir zaman.Ammin Yaa Rabb