Teruntuk Para Calon Pemimpin Negeri

Standar

Seorang akhwat mengatakan padaku, kata Rasulullah masa kepemimpinan di negeri ini dibagi menjadi lima zaman. Zaman yang pertama adalah zaman kepemimpinan Rasulullah. Zaman yang kedua adalah zaman memegang tauhid. Zaman yang ketiga adalah zaman menggigit tauhid. Zaman yang keempat adalah zaman yang aku lupa disebutnya apa, tapi penggambarannya adalah masa kini. Dan zaman yang terakhir adalah zaman yang akan kembali ke masa Rasulullah.Ketika Dien Islam futuh.
Seorang apa yah saya juga lupa. Dari negara apa juga lupa Hehe. Beliau mengatakan bahwa Indonesia diprediksi akan menjadi negara yang lebih maju dibandingkan negeri lainnya. Dan potensi tersebut juga banyak diketahui terutama berasal dari pemuda muslim. Ketika kepemimpinan berdasakan co- creator (asisten pencipta Allah SWT), dan membawa ketahuidan dengan landasan Al hadist dan Al quran. Sesungguhnya itulah sistem yang Allah kehendaki untuk umat manusia.Ingin Allah sesungguhnya sederhana yaitu “eksis” Lailahailallah.
Bagaimana pun amanah negeri ini akan jatuh ke tangan kita kawan. Semoga kita termasuk orang – orang yang Allah cintai sehingga senantiasa ringan, tenang, bahagia menjalankan hidup ini. Sehingga setiap detik yang kita lakukan bernilai tugas ibadah hanya karena-Nya, untuk-Nya, dan bersama –Nya. Semoga iman kita senantiasa dikuatkan dari fitnah – fitnah akhir zaman. Jangan sampai isu-isu menjadikan kita takut untuk memperkuat ukhuah islamiyah. Semoga kita termasuk orang – orang pilihan Allah yang senatiasa dibimbing untuk terus menjadi lebih baik. Ammin 
#Duaoranganakberenangdicekdam, Arboretum

Aku Rindu Adzan #TNUK

Standar

Kajianku kali ini menuntut aku untuk lebih dekat dengan masyarakat yang bermukim di kawasan TNUK. Kondisinya hmm silahkan analisa sendiri. Sayuran sulit, buah – buahan sulit, sarana pendidikan cukup jauh, jalan sempit dengan kondisi yang tidak begitu baik. Sehingga kami menghabiskan waktu hampir 16 jam perjalanan. Lima jam diantaranya menggunakan elev (aku tidak tahu cara menulisnya yang jelas mini bus gitu :D). Bayangkan kaki harus ditekuk selama lima jam dengan goncangan jalan yang buruk. Ditambah dengan soundtrack lagu dangdut “Kawin Lagi” yang terus saja diputar berulang- ulang dengan suara keras. Lumayan bikin cape, jenuh, dan bikin hafal liriknya -_- 😀 hehe.
Setelah beberapa hari shalat di sebuah mesjid dengan bangunan permanen aku baru sadar.Mesjid yang bagus itu selalu sepi. Bahkan saat aku menimba air, timbaannya runtuh (tapi masih bisa dibenerin sih). Dan aku sadar bahwa selama aku di desa, ada sesuatu yang hilang.Kesunyian yang terlalu sepi, hampa.
Dimana gerangan suara adzan yang romantis?Yang menggetarkan hati dan senantiasa merindukan Sang Kekasih. Kampung yang damai saat magrib berubah menjadi kampung mati. Tidak ada aktivitas maupun suara obrolan. Kami juga sempat diingatkan untuk tidak terlalu ramai dan hura- hura saat malam tiba. Alasan mereka sederhana , karena penerangan yang kurang sangat rentan terkena gigitan ular berbisa. Subhan Allah, disana aku hampir terbiasa melihat ular seperti melihat kucing. Hehe (kebayang gak sana sini ular?).Selain itu juga pernah ditemukan laki-lak dewasa yang subuh – subuh berwudu di muara ditemukan dengan keadaan mengenaskan. Setengah bagian tubuhnya hilang (kemungkinan dimakan panganten). Dan seorang ustad menghilang di muara, sampai sekarang jasadnya belum ditemukan (sudah 2 tahun).
Entahlah apa hubungan adzan, shalat di mesjid, dengan fenomena, dan lalala. Aku juga bingung.
#Kicauan burung di arboretum

Wanita dan Pernikahan #desalegonpakisTNUK

Standar

Menarik bisa berdialog dengan mereka yang menggunakan bahasa sunda kasar. Dan mereka terlalu banyak menggunakan kata BAE (mampir bae, kadie bae) sulit menggambarkannya namun ciri khas mereka hampir semua kalimat yang diucapkan berakhiran BAE. Wanita muda disana dinikahkan kisaran umur belasan tahun. 13 tahun, 14 tahun, lalala. Kalau aku umur 13tahun menikah mungkin aku akan mengajak suami aku untuk main karet,barbie,BP, monopoli, congklak, etc. Dan fenomena istri dua, tiga, tinggal dalam serumah bisa ditemui di desa itu. Dan aku sempat mewawancarai seorang ibu yang menjadi istri ke 24 dari seorang preman yang taubat (bikin parno nikah gak?). Sekarang istrinya hanya beliau sih, satu. Katanya laki- laki itu instingnya terus mencari sampai dia menemukan yang tepat lalu berhenti. Buat para lelaki, benarkah demikian?
Lucunya mewawancarai para ibu-ibu 99% curhat, dan 1% data yang berhasil aku dapet. Sampai ada Ibu yang bercerita dari awal dia ketemu suami pertama, cerai, lalu suami kedua. Dia hafal benar dialog-dialog manis, momen-momen indah. Hmm aku sampai bingung nanggepinya. Tapi satu hal kesimpulannya, wanita tuh emang suka digombalin. Yah meskipun tanggapannya dingin tapi sebenernya hatinya seneng -_-. Kalo aku mah sih mau ditulusin ajalah jangan digombalin #apasih -_-.
Ada satu momen dimana Ibu yang baru beberapa hari melahirkan lantas menitipkan bayinya padaku. Partner wawancaraku sibuk mengasuh anak – anak berjumlah 6 orang di pekarangan yang luas. Bayinya mungil, kecil, merah, rentan, dan aku bingung. Umurku mungkin 20 tahun dan secara medis dan agama sudah bisa jadi Ibu. Tapi saat itu aku benar-benar merasa. Wanita macam aku ini?????-_-

#semilir angin di arboretum

Hadiah Malam Terakhir Ujung Kulon

Standar

Dua hari terakhir aku baru bilang dihati aku. Kayanya aku bakalan kangen sama ujung kulon. Saat itu setelah makan malem, Mba jipah (yang bercita – cita menjadi astronom) ngajak aku dengan penuh semangat dan terburu – buru.
“Har ayo ngidentifikasi bintang.”
“Serius??” Dengan tangan yang masih berlumuran sarden.

Rasi bintang, sabuk, lalala mbak jipah mengajarkan aku dengan sabar.Subhan Allah, aku baru bener – bener ngerasa bumi itu bulat. Aku bener- bener ngerasa bahwa di langit sana itu hampa udara. Aku bener – bener seperti berada di planetarium , hmm engga deng lebih indah dari itu. Aku bener – bener ngerasa jadi wanita yang di kedipin sama jutaan,milyaran,triliunan, atau tak hingga bintang. Mungkin aku akan dibilang lebay, tapi kata mba jipah.” Ini har hadiah malam terakhir di ujung kulon.”

Meskipun aku tidak bisa menemui panganten alias buaya yang aku tunggu – tunggu di muara (disana kita tidak boleh menyebut istilah buaya harus panganten), dan Ki ageng (badak ) yang memiliki kepekaan penciuman. Tapi langit pagi, siang, sore, malam, disana bersih dan indah kawan. Sangat keemasan, sangat biru,sangat jingga dan sangat gelap dengan bintang – bintang yang genit. Ular, Owa, Lutung, kepiting, kelomang, kukang, biawak, elang, bangau, cerek, walet, kelalawar, dll sangat mudah ditemui disana. Beautiful Life

So Hero Jadinya Zero #TNUK

Standar

Sebenernya ini hal yang memalukan untuk share. Tapi aku berharap gak ada orang se- so tau ku lagi. Ceritanya kita numpang bersih – bersih di salah satu rumah warga. Aku masuk setelah Yumna (kawan junior). Ada sebuah benda pakaian dalam milik wanita yang tak perlu disebutkan apa. Karena aku masuk setelah Yumna, aku mengira bahwa Yumna meninggalkan benda tersebut. Bahaya kan? Gak sopan pula? Dan aku mengambilnya.

Gara – gara so Hero, ternyata benda itu milik Ibu pemilik rumah. Fine, aku kebingungan gimana cara ngembaliinya. Hal krusial yang memalukan. Aku dapet beberapa sran sih :

“Har, kamu tempelin di jemurannya aja ( di depan rumah ), sambil pura – pura lewat. Gak akan sadar kok!.”

Yakali aku harus ngendap – ngendap kaya orang mau maling jemuran -_-

“Har kamu ikut ke kamar madi lagi aja terus tinggalin deh.”

Tapi akhirnya aku dapat solusi.

“Siapa yang mau ke toilet ibu itu lagi.”
“Aku teh, kenapa?”
“Titip yah Han, kaitin aja dimana gitu didindingnya.”
“Emang ini punya siapa teh.”
“Punya ibu itu, tadi kebawa.”

Maacih hanna, hmm hikmahnya mungkin bisa dianalisa secara mandiri

Betapa Berartinya Jamban #TNUK

Standar

Ini adalah salah satu pengalaman unik di TNUK (Ujung Kulon). Buat anak lapangan mungkin udah gak asing dengan istilah DOLBON (mo…. di kebon) iuhhh. Mungkin aku akan dibilang jorok, freak, whatever. But it’s the fact. Bayangin deh, kita harus berprilaku kaya binatang. Habis pup ya kubur. Terus gimana dengan air tanah yang harus tercemar bakteri – bakteri gaib yang jahat. Belum lagi berbagai jenis cacing yang bakalan menggeliat-liat di otot. Gak banget kan? Dan yang paling gak enak buat parakaum hawa. Yang harus mensterilisasi lokasi dari adam – adam. Pokoknya fix “ujian untuk bersyukur bangetlah!!!!!”

Kebayang ga harus mandi di kamar mandi terbuka? Enak sih kena angin sepoy – sepoy. Tapi aku gak rela kalau sampai ada yang.,,,,!!!! So biasanya kalau aku ke lapangan aku suka curi – curi mandi jam 3 pagi (mandi pagi) dan saat makan malam (mandi malam, karena semua orang fokus pada makanan :D).Untung kan punya kebiasaan bangun pagi? Ntar bobo lagi, disaat menjelang shubuh.Disaat semua orang rempong dengan kamar mandi yang cuma satu. Aku tinggal misi misi doang ikut wudhu hehe :D. Dan keuntungan lainnya, aku gak khawatir kehabisan jam air yang terbatas, karena lebih awal dari yang lain.

So buat temen – temen yang sering kehabisan aer, yang gak mandi sampe lima hari. Hehe, punten yah. Itu rahasia aku tiap kali ke lapangan dengan base camp yang seadanya.

Part Of Speechless

Standar

Pernah ngalamin hal – hal yang bikin speechless??????????????:D 😀 😀

-Episode Keponakan
Di sebuah pusat belanja
“Te ani, itu yah udah mah perempuannya teh paling cantik, kerudungnya paling bagus lagi (dengan penuh semangat dan mata bersinar) ”
“Mana?”
“Itu yang pake kerudung biru, (Menunjuk sebuah mannequin -_-zzzzzzzz ). (Mengalihkan pandangan dan hanya menelan ludah saat puasa).”

-Episode AA Parkir
Kembali ke SMA untuk mengurusi sesuatu. Di tempat parkir saat akan pulang.
“Masih naik motor neng?” (Tanya Aa parkir yang sama dari jaman SMA, saat akan membantuku mengeluarkan motor )
“Iya atuh a, motornya juga masih yang dulu da, belum ada rizki ganti mah, hhee”
“Engga kirain teh udah dibonceng .”
“Hasemehsemeh -_-.( hanya tersenyum paksa)”

-Episode Mahasiswa Stress
Saat sedang duduk santai di Kampus SMP
“Permisi, maaf mengganggu, boleh minta waktunya?”
“Ada apa yah A?”
“Engga ini mah, maaf banget udah mengganggu yah, jadi gini…”
“Cinta adalah ….(Baca puisi dramatis dengan posisi memohon ala pangeran).”
“Pak satpamm….(Teriak lalu Lari).”
Ternyata Dia orang Stress -_-

-Episode Pak Dosen
Di parkiran Dekanat
“Saya bantu ya pak?”
“Pura – pura tuh pak.”Kata kang Roso (Hish -_- dalam hati)
“Kok rajin banget ke kampus.”Kata Pak dosen
“Iya Pak mau OWA ke ujung kulon.”
“Oh iya, ngapain jauh – jauh, kemaren ada owa ditemuin di Cileat, mending himbio penelitian disana aja.”
“Hashimi -_-, owa (observasi wahana alam) bukan Owa si monkey.”Didalam hati
“Hati – hati pak.” -_-zzzzzzzzz

-Episode Pinjem Motor
“ motor kamu yang mana?”
“Yang seon yang warna merah.”
—Setelah bertanya sana sini, dan cari di parkiran atas dan bawah—-
“motor iki yang mana sih?”
“itu.” Menunjuk ke sebuah motor yamaha yang body motornya udah diganti warna hitam dan tanpa merk.
“So? -_-“

-Episode Emang Angkot Curhat
Saat angkot penghuninya hanya aku.
“ Neng emang mah nya te acan gaduh kabogoh nepi ayena. Duka atuh da sok isinan. Bener da emang mah isinan. Jadi kadang teh sok sepi kitu neng, Sok ngarasa kasepian.” ( Neng Emang belum punya pacar sampai sekarang. Gatau kenapa suka malu – malu. Bener deh, emang tuh suka malu – malu. Jadi terkadang suka merasa sepi, suka kesepian.” (Dia cerita sambil kebut kebutan d jalan)
“ Terus?????So???(lelah bikin emosi di dalam hati).”
“Kiri (ganti angkot).”

Lucu gak?Aku gak berniat bikin lelucon sih. Cuma banyak hal –hal unpredictable yang sering bikin aku cengo atatu ngerutin jidat. Just Have Fun.
-Menghilangkan bosan-