Ekstrem, 180 derajat

Standar

punya mood ekstrem?  selain mood hidupnya pun  ekstrem. Perubahan seringkali terjadi 180 derajat tanpa disangka. Kaget? , sedih ? bingung? Mungkin rasa lebaynya gini kalo dituangin

When boiled water feel a  biting cold. Fading flower, will be hurry to die. Retire to grow even haven’t blossomed perfectly. Tying life, fetch joking wind in there to be saved. It make clapped cat mapping the way. That Admited fate sometime be omited. Permitting room is the place where beaten dog  feel still well. Forsaked old man there in autumn season. When boiled water  feel a  biting cold. Hearing the roaring sea change be glittering snow.  Howling ground happen when frozen river be giggle. It manded torn paper, and wounded bird disappeaed into the forest.

Kadang aku takut disaat masa bahagia datang, karena itu berarti masa sedih juga akan datang. Hashimi,,, aku terlalu pengecut untuk menuntut sebuah kebahagiaan dan takut merasakan kesedihan. Aku terlalu lama hidup di dunia khayal. Aku terlalu kaku dengan ideologi. Sekarang aku tahu ketika ideologi harus dilanggar karena keadaan, karena kenyataan.hmm  Cuma sharing aja, menerka pesan apa yang hendak Allah sampaikan.

Tulusnya Allah, memaafkanku, dan mencintaiku

Standar

Kadang kita terlalu dalam menyimpan kesakitan kesakitan yang di alami. Tapi lupa tidak intrpeksi kesakitan kesakitan yang telah di lakukan. Bagaimana kita berbuat kesalahan dan menyakiti Allah, keluarga, orang – orang sekitar. Lalu Allah dengan mudah memaafkan kita dan menolong kita. Lalu kita melakukannya lagi.Dan Allah masih saja memaafkan kita. Mengapa?????

 Kita akan mengerti saat orang – orang yang kita cintai melakukan salah tapi kita tetap membenarkannya.Mungkin buruknya hati ini marah dan kecewa. Tapi justru dengan begitu yang kita rasakan adalah rasa sakit yang dibuat sendiri. Karena kita melawan kejujuran hati. Pada keyataanya kita tak bisa membohongi diri, Kita tidak sanggup marah, kita tidak sanggup kecewa,  kita tidak sanggup menyalahkan, kita masih saja membela,masih melindungi,  masih saja mengkhawatirkan, masih saja terus mencari alasan positif, pasti ada yang salah di diri kita sehingga begitu. Terus saja membantu. Masih mendoakan. Dan terus berusaha agar tidak ada yang berubah, agar tidak perlu merasa salah, tidak canggung, dan tetap percaya.

Aku tahu kenapa Allah tidak suka kesombongan. Karena Dia tidak pernah angkuh pada hambanya. Dia tulus mencintaiku, memaafkanku, dan terus saja membimbingku. Ini terjadi atas kehendak Allah agar kita semua belajar. Kebaikan untukku selama ini bahkan aku tak mampu membalasnya. Semoga di tahun baru Islam ini kita terus berusaha menjadi hamba Allah yang terbaik. Terimakasih kawan, meskipun kasih sayangku tidak sebesar kasih sayang Allah pada kalian, tapi aku berharap kita saling mengingatkan dan menyelamatkan.

Moment of this week – Sate Semu

Standar

Hari selasa kemarin, saat penumpang angkot aku dan seorang bapak. Naiklah 3 anak yang terbiasa dengan jalanan ,1  wanita berjilbab dan 2 laki laki. Mereka berumur sekitar yah SD lah. Mereka duduk di palang pintu. Lagi-lagi kejadian ini membuatku gila. Aku hanya bisa diam melihat mereka bergelayut di pintu yang membahayakan. Dan lagi-lagi aku hanya bisa diam. Miris -_-. Mereka anak- anak mereka punya hak perlindungan dari kita yang lebih dewasa. Tanpa peduli mereka siapa, kode gen, status dan hal-hal yang selama ini membuat kita acuh.Tapi untung mang angkotnya baik.

“Ararabus, bisi labuh “( masuk, takut jatuh)

Tahu apa yang mereka bicarakan??? sesuatu hal yang membuatku lagi-lagi membuka mata.

“Engke urang nyate, tapi udunan meuli minyak tanahanya.” (nanti kita bikin sate tapi beli minyak tanahnya udunan)

“ari nu panjang panjang paragi bakar sate ning, mahal nu kituna teh.” (kalau alat yang panjang untuk bakar satenya mahal )

“nu kitu tuh.”(yang gitu tuh) menunjuk ke arah mang sate pinggir jalan

“Ummm enak dahar sate.” (Umm enak makan sate) tangan seorang diantara mereka berangan memegang sebuah tusuk sate sambil menggingit irisan daging yang semu dengan mata terpejam.

“Tong ngabayangken lila keneh,isuk ge karek rebo.”(jangan membayangkan masih lama besok juga baru hari Rabu)

Ya Allah, Rabb apa yang hendak Kau tunjukkan padaku. ?? sate yang semu   yang begitu nikmatnya? ?tentang idul adha yang begitu mereka tunggu tunggu??? tentang nikmat yang sangat lebih dari cukup untukku??? tentang makna idul adha???

Subhan Allah, aku malu setiap kali kau ingatkan aku tentang kasih sayangMu kepadaku yang bahkan aku sering lupa T-T. Dan ini PR untukku bahwa aku bertanggungjawab atas orang- orang disekelilingku. Ridhai aku untuk menyampaikan amanah rizki yang lebih,  yang halal dan berkah untuk orang lain dimasa mendatang. Ammin