Cerita Rasa (Asin Manis dkk)

Standar

Apa yang terpikir dibenak ketika bicara tentang rasa? asin? manis? pahit? pedas? asam? atau rasa yang lain? Senang, sedih, complicated, bahagia, terharu, cinta, ceria, apapun itu…Bagaimana bisa terjadi? Pasti  terbesit sistem syaraf, neurotrasmitter, rangsang, respon. Lalu apakah rasa dapat  dikendalikan? misalnya saat kita makan garam, kita berusaha mengendalikan sistem  syaraf sehingga persepsi di otak menyatakan rasa garam adalah manis. Tentu tidak bisa, karena sistem indera perasa telah diatur sehingga otak manusia menghasilkan persepsi yang sama, meski dengan tingkat sensitivitas yang berbeda. Lalu bagaimana dengan rasa sedih, bahagia, dan kawan – kawannya? Apakah dapat dikendalikan? Karena persepsi setiap orang terhadap rangsang memunculkan rasa yang berbeda. Sama seperti ketika menonton drama korea, ada orang yang sedih hingga menangis, ada yang sedih tanpa menangis, ada yang bahkan tidak merasakan apapun. Sungguh luar biasa, Masya Allah, bagaimana manusia mampu untuk menghasilkan persepsi yang berbeda terhadap suatu rangsang.

Jadi untuk rasa sedih dan senang, kita diperbolehkan untuk memilih? Saat melihat masalah, saat mendengar masalah.saat meraba masalah, kita dapat mengatur otak agar sesuai dengan apa yang ingin kita persepsikan. So What? Saya juga bingung sebenarnya, intinya adalah kita dapat merubah rasa cie..keep positive!! naon -_- agak gimana gitu tulisan sore ini..but write write write

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s