Why were they interested to be muslims?

Standar

Why were they interested to be muslims? Suatu ketika aku datang ke majelis ta’lim di suatu komunitas muslimah. Aku berniat menimba ilmu agama secara rutin, learning to be better muslim. Singkat cerita ada moment dimana masing – masing muslimah konsultasi dengan pemateri satu persatu. Tidak  ada yang ingin aku tanyakan saat itu, lantas aku disuruhnya membaca sahadat. Otakku bingung, bukankah kita selalu membaca sahadat saat shalat? Dari zaman TPA umur 3 tahun ampe sekarang. Lalu kenapa saat itu aku harus kembali membaca sahadata? Aku yakin bahwa Tiada Tuhan Selain Allah, dan aku yakin bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Tanpa banyak bertanya, aku tinggalkan ruangan dan melanjutkan acara.

Beberapa kali aku mengiikuti kajian, akhirnya aku menemukan jawabannya. Aku men-judge diriku adalah muslim, tapi apakah selama ini aku menjalankan hidup sebagai muslim?? Bagaimana jika nanti aku tidak bisa menjawab pertanyaan siapa Tuhanku? dan Siapa Rasulku? Bagaimana jika Rasulullah enggan aku ikuti karena aku tidak pernah belajar menjadi muslim?

Lalu aku belajar sedikit demi sedikit, tentang sistem hidup yang seharusnya aku jalankan. Dan…yup luar biasa, aku takjub dengan kepengaturan Allah terhadap manusia. Semua demi kebaikan manusia, demi kita, demi aku, kamu, kita, cieee… wkkwk #skipbaper tapi muncul kemudian rasa takut, takut jika diri ini tidak mampu menjalankan. Nanti bagaimana jika aku ditanya “Mengapa kamu tidak menjalankan apa yang telah kamu ketahui?” Dan karena takut aku belajar untuk menjalankan itu,kemudian ternyata aku tidak sampai disini. Aku tidak bisa sendirian menjalankan. Aku tidak bisa egois…

Bagaimana jika aku ditanya “Jika kamu tahu itu benar, mengapa kamu diam sajamelihan kesalahan, mengapa kamu egois?” Dan tugas menjadi bertambah untuk mengajak, untuk memberitahu, untuk berjalan bersama. Mungkin itulah kenapa islam disebut jalan keselamatan. Saat rahmat Allah  untuk mengenal islam, menjadi muslim, menjadi nikmat bagi kita. Dulu aku sering memotivasi diriku be the real agent of change, be the real biologist, be the real student. but aku lambat untuk memotivasi diriku untuk be the real muslimah, be the real moeslim… so I still to learn, always to learn, and never stop to learn… yups cukup baper pembahasan ini… I think so..;)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s