Berhenti Menulis Tentang Cinta

Standar

Aku pernah menjadi kontributor penulis di beberapa buku antologi. Namun sebenernya aku tidak memiliki buku – buku yang didalamnya terdapat tulisanku itu. Jujur aku MALU. Aku malu menulis cerita tanpa hikmah. Motivasiku sebenarnya hanya menguji, apakah tulisanku layak untuk dibaca? layak untuk terbit? Hingga suatu saat aku memiliki buku yang berarti, bermanfaat. Aku terpaksa menulis tentang cinta menye – menye karena begitu diminati remaja. Itulah kenapa aku enggan memilikinya, dan menyelipkannya di lemari buku. Mianhae, meskipun pasar remaja menyukainya, aku enggan berkontribusi merusak moral secara halus, tidak langsung, bahkan banyak yang tidak menyadari. Dan aku juga enggan bila keluarga maupun keturunanku membacanya. Yups…berhenti menulis tentang cinta! Cinta yang dangkal, cinta yang bercanda seperti dunia, hanya dunia, senda gurau belaka!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s