Who are we?

Standar

Siapa kita  berani menilai orang dari masa lalunya?  Begitulah yang diungkapakn sahabatku yang kini sedang bersiap terbang ke Negara Matahari Terbit, Doakan aku segera menyusul ke negeri impian yaa…aamiin. Reuni di bumi Allah yang luas.

Hmm..kali ini about hijrah. Apa itu hijrah??? apa hayo…(ngomong cendili dah -_-) yups bergerak ke arah yang lebih baik dengan sungguh – sungguh (ini yang susah si “sungguh sungguh” dan “konsisten” alias istiqamah). So, apakah hijrah mudah ? sangat tidak mudah.

” Duh aku mah daa masih gini…, pernah gitu…, ” Anythinglah…It’s oke apapun alasan kita, hijrah itu pilihan. Mau atau tidak. Mudah? Bagaimana tentang image? Siapa yang peduli. Balik ke pertanyaan pertama, who are we? berani judge diri sendiri. Allah Maha Pemaaf, kemana kita akan kembali selain padaNya. Meski tak tahu malu, minta maaf, melakukan lagI, minta maaf, melakukan lagi, hmm…(tidak tahu malu) tetap saja hanya Allah tetap kembali. Astagfirullah…Kita yang butuh Allah, Allah gak butuh kita T-T

Bahkan orang yang berhijrah dari sisi gelap terdalam adalah yang paling luar biasa. Karena hal yang paling sulit nyatanya adalah melawan nafsu di dalam diri sendiri. Tetap semangat ukh, jangan berjuang sendirian, berat! Perbanyaklah teman – teman mukmin, semoga kita bisa saling menyelamatkan aamiin Yaa Rabbal aalaamiin

Kaki

Standar

Kaki harus terus berjalan, tidak peduli akeadaan apa yang sedang kau hadapi saat ini. Masih banyak dunia untuk dipelajari, untuk dikunjungi. Agar hidup ini tak sia – sia. Semoga saja Insya Allah

Akhir zaman sudah semakin dekat, diperkirakan tidak akan sampai 1500 H. Allahualam. Ini adalah fakta bagi yang menyakininya. Fakta yang tidak dapat dihindari. Fakta yang bila ditakuti sudah saatnya kita mengingat kembali.

Sudah sejauh mana diri ini berterimakasih, bersyukur atas segala pemberianNya? Bukankah cara bersyukur itu bersungguh sungguh?

Sahabat…ternyata ibadah tidak sesederhana itu, shalat, puasa, dan ibadah ritual lainnya, yang Allahualam seberapa baik kualitasnya . Ada hal penting yang Allah dan Rasul lakukan yang wajib dilakukan bagi yang ingin berada dalam barisan perjuangan ini, yaitu dakwah. Menyebarkan hikmah, mengajak, dan bersama sama menuju jannahNya.

Tulisan ini adalah salah satu cara untuk mengajak para sahabat pembaca, karena sungguh sulit rasanya saat mengajak melalui lisan, meski harus terus dicoba, terus dipelajari.

Bukan karena siapa yang lebih baik, dan siapa yang harus mengajak, karena sesama manusia kita tidak berhak menilai kebaikan satu dengan yang lainnya. Ini adalah tentang kewajiban, kewajiban mengajak dalam kebaikan. Kewajiban mengeksiskan nama Tuhan. Allah SWT

Semoga kita dapat bersama – sama dalam ridhoNya. Aamiin Yaa Rabbal aalaamiin

Kaki harus terus berjalan, tidak peduli akeadaan apa yang sedang kau hadapi saat ini. Masih banyak dunia untuk dipelajari, untuk dikunjungi. Agar hidup ini tak sia – sia. Semoga saja Insya Allah

Akhir zaman sudah semakin dekat, diperkirakan tidak akan sampai 1500 H. Allahualam. Ini adalah fakta bagi yang menyakininya. Fakta yang tidak dapat dihindari. Fakta yang bila ditakuti sudah saatnya kita mengingat kembali.

Sudah sejauh mana diri ini berterimakasih, bersyukur atas segala pemberianNya? Bukankah cara bersyukur itu bersungguh sungguh?

Sahabat…ternyata ibadah tidak sesederhana itu, shalat, puasa, dan ibadah ritual lainnya, yang Allahualam seberapa baik kualitasnya . Ada hal penting yang Allah dan Rasul lakukan yang wajib dilakukan bagi yang ingin berada dalam barisan perjuangan ini, yaitu dakwah. Menyebarkan hikmah, mengajak, dan bersama sama menuju jannahNya.

Tulisan ini adalah salah satu cara untuk mengajak para sahabat pembaca, karena sungguh sulit rasanya saat mengajak melalui lisan, meski harus terus dicoba, terus dipelajari.

Bukan karena siapa yang lebih baik, dan siapa yang harus mengajak, karena sesama manusia kita tidak berhak menilai kebaikan satu dengan yang lainnya. Ini adalah tentang kewajiban, kewajiban mengajak dalam kebaikan. Kewajiban mengeksiskan nama Tuhan. Allah SWT

Semoga kita dapat bersama – sama dalam ridhoNya. Aamiin Yaa Rabbal aalaamiin

Perjuangan

Standar

Terdiam. Saat marah atau kecewa, dan saat sedih atau haru. Keduanya sama, wanita sering kali menampilkan emosi yang sama, diam. Tak berkata, tak bicara. Hanya doa. Doa yang memaksa agar Allah segera mengabulkan, merealisasikan, meridhai. Sebuah perjuangan. Perjuangan yang berdasar dan bertujuan hanya padaNya

Fettuccine Egg Roll

Standar

sam_2480k

Buatnya gampang aja..
Bahan :
Fettuccine
Bawang merah
Bawang putih
Air
Cabai Merah
Tomat
Bawang Daun
Telur
Garam
Gula
Minyak Goreng
Saus
Cara Membuat :
Rebus Fettuccine dengan garam dan minyak kemudian sisihkan
Buat telur dadar melebar tipis dengan api sedang kemudian
sisihkan..
Ulek caba merah dan tomat hinggan halus
Tumis bawang merah dan putih hingga harum campurkan dengan
hasil ulek cabai tomat, kemudian tambah saus
beri sedikit air dan masukan bawang irisan bawang daun
diamkan hingga mengental
Masukan Fettuccine aduk rata…
Fettuccine di taruh diatas telur dadar kemudian gulung..
Simple kan???

Sederhana

Standar

Hai wanita… suatu saat kita akan menemui masa yang sangat sederhana. Masa dimana impian – impian besarmu terlupa sejenak dan kembali ingin lebih dekat denganNya. Berharap ingin lebih bersyukur, lebih  berterimakasih, lebih menjadi hamba yang baik. Tidak ada kata sempurna kecuali milik Allah, namun dalam sistem Islam manusia dapat saling menyempurkan untuk beribadah pada Allah.

 

Mereka Hafizh Quran Loh?

Standar

“Mereka Hafizh Quran Loh? Jadi siapa yang seharusnya didoaakan, kita yang mendoakan mereka? Atau kita yang meminta doa pada mereka???”Merenung..,Hafalan quran aku sampai mana yaa? -_-‘ Itulah yang disampaikan oleh salah seorang relawan Indonesia di Palestina. Lantas pernyataan juga datang dari imigran Palestina, “Alhamdulillah, kami bahagia diamanahi Allah menjaga tempat suci ummat moeslim, Al- Aqsa, tempat itu bukan tempat suci kami, rakyat Palestin, tapi juga kita, warga yang mengaku muslim.” Tersentak! T-T  Apa kontribusiku???

Pengalaman berhikmah saat mengikuti salah satu kajian

Berhenti Menulis Tentang Cinta

Standar

Aku pernah menjadi kontributor penulis di beberapa buku antologi. Namun sebenernya aku tidak memiliki buku – buku yang didalamnya terdapat tulisanku itu. Jujur aku MALU. Aku malu menulis cerita tanpa hikmah. Motivasiku sebenarnya hanya menguji, apakah tulisanku layak untuk dibaca? layak untuk terbit? Hingga suatu saat aku memiliki buku yang berarti, bermanfaat. Aku terpaksa menulis tentang cinta menye – menye karena begitu diminati remaja. Itulah kenapa aku enggan memilikinya, dan menyelipkannya di lemari buku. Mianhae, meskipun pasar remaja menyukainya, aku enggan berkontribusi merusak moral secara halus, tidak langsung, bahkan banyak yang tidak menyadari. Dan aku juga enggan bila keluarga maupun keturunanku membacanya. Yups…berhenti menulis tentang cinta! Cinta yang dangkal, cinta yang bercanda seperti dunia, hanya dunia, senda gurau belaka!

Why were they interested to be muslims?

Standar

Why were they interested to be muslims? Suatu ketika aku datang ke majelis ta’lim di suatu komunitas muslimah. Aku berniat menimba ilmu agama secara rutin, learning to be better muslim. Singkat cerita ada moment dimana masing – masing muslimah konsultasi dengan pemateri satu persatu. Tidak  ada yang ingin aku tanyakan saat itu, lantas aku disuruhnya membaca sahadat. Otakku bingung, bukankah kita selalu membaca sahadat saat shalat? Dari zaman TPA umur 3 tahun ampe sekarang. Lalu kenapa saat itu aku harus kembali membaca sahadata? Aku yakin bahwa Tiada Tuhan Selain Allah, dan aku yakin bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Tanpa banyak bertanya, aku tinggalkan ruangan dan melanjutkan acara.

Beberapa kali aku mengiikuti kajian, akhirnya aku menemukan jawabannya. Aku men-judge diriku adalah muslim, tapi apakah selama ini aku menjalankan hidup sebagai muslim?? Bagaimana jika nanti aku tidak bisa menjawab pertanyaan siapa Tuhanku? dan Siapa Rasulku? Bagaimana jika Rasulullah enggan aku ikuti karena aku tidak pernah belajar menjadi muslim?

Lalu aku belajar sedikit demi sedikit, tentang sistem hidup yang seharusnya aku jalankan. Dan…yup luar biasa, aku takjub dengan kepengaturan Allah terhadap manusia. Semua demi kebaikan manusia, demi kita, demi aku, kamu, kita, cieee… wkkwk #skipbaper tapi muncul kemudian rasa takut, takut jika diri ini tidak mampu menjalankan. Nanti bagaimana jika aku ditanya “Mengapa kamu tidak menjalankan apa yang telah kamu ketahui?” Dan karena takut aku belajar untuk menjalankan itu,kemudian ternyata aku tidak sampai disini. Aku tidak bisa sendirian menjalankan. Aku tidak bisa egois…

Bagaimana jika aku ditanya “Jika kamu tahu itu benar, mengapa kamu diam sajamelihan kesalahan, mengapa kamu egois?” Dan tugas menjadi bertambah untuk mengajak, untuk memberitahu, untuk berjalan bersama. Mungkin itulah kenapa islam disebut jalan keselamatan. Saat rahmat Allah  untuk mengenal islam, menjadi muslim, menjadi nikmat bagi kita. Dulu aku sering memotivasi diriku be the real agent of change, be the real biologist, be the real student. but aku lambat untuk memotivasi diriku untuk be the real muslimah, be the real moeslim… so I still to learn, always to learn, and never stop to learn… yups cukup baper pembahasan ini… I think so..;)

Surat untuk Calon Ibu Mertua

Standar

Sore .. Sore…Baper positivan yukkk…

Teruntuk Mama Calon Mertua yang telah Allah persiapkan, semoga panjang umur dan sehat selalu

-mutsar-

Mah… bila tiba saatnya, Izinkan aku untuk menjadi bagian dari keluargamu.

Aku bukanlah wanita berkatarbelakang terhormat, bukan pula wanita pintar dan cantik jelita.

Aku hanyalah wanita dari keluarga sederhana yang bercita – cita menjadi istri salehah, membentuk keluarga sakinah, mawaddah, warahmah, dan mencetak generasi penolong agamaNya.

Mohon doa restumu Ma…, aku tidak akan pernah bisa menggantikan posisimu, meski suamiku berhak atasku, namun hanya mama yang berhak atas suamiku.

Setiap laki laki menginginkan istri seperti ibunya, seperti mama yang pintar segalanya. Ridhai dan izinkan aku untuk terus belajar merawat suamiku dengan baik, sebagaimana mama yang telah merawatnya selama ini.

Doakan aku menjadi istri yang selalu diridhai oleh suami, hingga surga terasa dekat saat aku bersamanya.

Cerita Rasa (Asin Manis dkk)

Standar

Apa yang terpikir dibenak ketika bicara tentang rasa? asin? manis? pahit? pedas? asam? atau rasa yang lain? Senang, sedih, complicated, bahagia, terharu, cinta, ceria, apapun itu…Bagaimana bisa terjadi? Pasti  terbesit sistem syaraf, neurotrasmitter, rangsang, respon. Lalu apakah rasa dapat  dikendalikan? misalnya saat kita makan garam, kita berusaha mengendalikan sistem  syaraf sehingga persepsi di otak menyatakan rasa garam adalah manis. Tentu tidak bisa, karena sistem indera perasa telah diatur sehingga otak manusia menghasilkan persepsi yang sama, meski dengan tingkat sensitivitas yang berbeda. Lalu bagaimana dengan rasa sedih, bahagia, dan kawan – kawannya? Apakah dapat dikendalikan? Karena persepsi setiap orang terhadap rangsang memunculkan rasa yang berbeda. Sama seperti ketika menonton drama korea, ada orang yang sedih hingga menangis, ada yang sedih tanpa menangis, ada yang bahkan tidak merasakan apapun. Sungguh luar biasa, Masya Allah, bagaimana manusia mampu untuk menghasilkan persepsi yang berbeda terhadap suatu rangsang.

Jadi untuk rasa sedih dan senang, kita diperbolehkan untuk memilih? Saat melihat masalah, saat mendengar masalah.saat meraba masalah, kita dapat mengatur otak agar sesuai dengan apa yang ingin kita persepsikan. So What? Saya juga bingung sebenarnya, intinya adalah kita dapat merubah rasa cie..keep positive!! naon -_- agak gimana gitu tulisan sore ini..but write write write