Tempat

Standar

Ada hal yang terkadang diluar nalar dan prasangka. Ada pertanyaan yang sampai sekarang tak ada jawaban. Ada kemungkinan yang entah harus diharapkan atau tidak. Ada perasaan kehilangan yang tidak jelas hal apa yang sebenarnya hilang. Kesulitan membaca hati terkadang membuat kita mencari cari apa solusinya.

Ada satu tempat dimana aku selalu mengingat hal yang telah tersimpan di memori. Saat aku berada ditempat itu, terkadang rasa takut itu datang dengan rahasia  yang hanya aku dan Alloh SWT yang tahu. Terkadang juga aku bahagia dengan khayalan dan bayangan flash back.

Tempat itu membuatku betah dan tak bisa ku tahan bila ku rindu. Banyak memori yang tersimpan dengan latarbelakang tempat itu. Tetapi memori yang kubicarakan adalah memori yang menyulitkan, Andai aku bisa bicara, apa yang menjadi keresahanku selama ini.

Aku takut disaat aku harus menghilangkan memori tentang itu, aku juga akan menghilang dan menjauhi tempat itu. Itu adalah pilihan , apakah tempat itu akan dijadikan indah atau hanya sekedar tempat aku pernah singgah disana.

Rumit, yah serumit mata, laku, dan kata yang pernah terucap. Tanda tanya yang entah harus bagaimana menebak jawabannya.

Banyak cara untuk mencintai negeri ini

Standar

download (4)” Banyak cara untuk mencintai negeri ini ” hehe kata – kata di film Habibie & Ainun. Negeri ini terlalu indah untuk di sia – siakan. Sinar matahari, angin, langit, pantai, gunung, semuanya cantik dan bikin speechless. Sedihnya kita bangsanya sendiri belum mampu mengenal negeri ini seutuhnya. Mungkin satelit – satelit milik negara maju, jauh lebih mengenal negeri kita.

Selama ini kita selalu bilang bahwa dia begitu bangga dengan Indonesia. Tapi itu biasa. Kapan yah, Indonesia bangga sama  kita ? hehe. Semoga, Amin. Tapi buktinya banyak orang besar kebanggaan Indonesia yang lebih memilih meninggalkan negerinya dan menggabdi untuk negeri yang lain. Karena kezaliman yang ada didalamnya, nauzubila.

Setiap orang punya pilihan. Dan setiap orang punya hak untuk melakukan ataupun meninggalkan hal – hal yang dianggap tidak sesuai dengan nuraninya. Terkadang kebenaran harus mencari jalannya sendiri, agar tetap menjadi hal yang benar. Karena kebaikan dan kejahatan sudah tak nampak batasnya.

Mungkin aku belum lulus

Standar

“Hal yang terjadi berulang – ulang, akan menjadi hampa rasanya” Aku ngutip dari mana yah? lupa hehe -_-?Lagi – lagi aku jatoh, dengan kejadian dan hal yang sama. Kecewa sih, tapi kadarnya berkurang. Karena mungkin pernah ku alami sebelumnya. Bahkan lebih dasyat dari yag ini.

Tapi, selalu ada hikmah dan hal yang lebih baik yang aku temui setelah itu. Subhanalloh. Terima kasih Alloh mungkin dengan jalan ini, cara engkau menghidupkan kembali mimpi – mimpi yang sempat tertunda. Meskipun gaib terwujudnya. Namun aku percaya, tak ada kebetulan, tak ada yang sia sia, fightiiiing!!!!

Aku dan Dia

Standar

SAM_4977Masa kata mama kita mirip? berarti mama juga mamanya *****. Hehe #peace mom. Aku namain dia apa yah, umm para otaners. Soalnya banyak bangets sih. Nakal – nakal lagi. Gemezz -_-. Flach back ormen OWA kemarin, seneng deh ngeliat dalemannya pangandaran,lho? hehe. Beberapa kali ke pangandaran, aku pikir gitu – gitu doang. Ternyata engga kawan. Subhanalloh. Sulit tergambarkan. 

Para otaners ini banyak berkeliaran di sekitar mes, di hutan cagar alam, di pesisir pantai. Lucu deh, liat gerombolan mereka, menikmati surutnya pantai dengan arus yang tenang, bercanda sama seperti aku. Mata mereka nampak polos tanpa dosa, terkadang mereka tunjukan giginya padaku. Kadang mereka juga kopulasi di depanku -_-.

Bayi – bayi mereka selalu dekat dengan sang Ibu. Remaja – remaja sebaya bercanda dan saling berkejaran. Lalu aku bertemu keluarga yang lain tapi beda species. Dia lebih hitam pekat, seluruh badannya hitam. Kalo di sunda di sebutnya lutung. Sampe ada cerita legenda nya “Lutung Kasarung.” Tapi si lutung ini nampak sendu di atas pohon. Sini turun, ntar aku cium, biar berubah jadi pangeran hehe. Ya kale klo berubah, klo malah dicakar. 😀

Kembali ke macacca yang kepoooow banget. Pintu kamar kebuka dikit ngintip – ngintip. Siapa ya  yang keliatan bayangan doang, Manuk keluar, masuk keluar. Iseng banget ngintipin orang. Taunya kamar sebelah pada teriak, si macacca macacca iseng pada masuk kamar. hehe. Ngeliat mereka depan pintu kamar rasanya pengen ngasih makanan, kaya ke kucing. Mata binatang tuh gak nahan untuk dikasihani hehe. Harimau sekalipun -_-.

Para otaners ini sensitif banget sama yang namanya kresek. Dan itu terbukti saat aku lupa melepas ponco sekali pakai yang terbuat dari kresek. Sempat diingatkan oleh seorang senior untuk melepas ponco sehabis hujan. Tapi karena lalai jadi kelupaan. Al hasil para macacca berdatangan menghampiri. Di atas pohon, di depan, di belakang, teman – temant yang bersama ku berlarian, dan aku pun ikut berlari. Tapi anehnya mereka gak dikejar, seakan aku yang menjadi target mereka. Aku pun terdiam untuk meminimalisir suara kresek yang memancing para otaners datang. Rasanya kaya mau di apain gitu di kerubungi macacca.Tapi alhamdulillah mereka berhasil di usir teman – temanku. hehe. Dan ekspresiku sempat jadi tontonan. malu sih tapi …. 😀

Ahsan Siddique

Standar
Flag of Pakistan Esperanto: Flago de Pakistano...

Flag of Pakistan Esperanto: Flago de Pakistano Español: Bandera de Pakistán Français : Drapeau du Pakistan हिन्दी: पाकिस्तान का ध्वज Italiano: Bandiera del Pakistan ଓଡ଼ିଆ: ପାକିସ୍ତାନୀ ଝଣ୍ଡା Русский: Флаг Пакистана தமிழ்: பாக்கித்தான் கொடி Türkçe: Pakistan bayrağı Slovenščina: Državna zastava Pakistana (Photo credit: Wikipedia)

” asslam o alikum ” itu ucapan salam yang tidak biasa buat aku. Awalnya ku menganggap jika dia yang mengucapkan,  adalah seseorang yang alay. Namun ternyata bukan, itu memang bahasanya, dia menyebutnya bahasa ” Uru “. Dia selalu menyapaku dengan salam, namun tak pernah aku hiraukan. Saking seringya, hingga aku bosan dan aku pun membalasnya.Astagfirulloh.

Namanya Ahsan siddique, sama seperti atlet badminton yang aku sukai. Aku sudah lama tidak bersilahturahmi dengan kawan – kawanku di berbagai belahan dunia. Sedikit kaget saat mengetahui bahwa Ia seorang remaja pakistan berumur 19 tahun. Sungguh tak biasa aku bertemu teman sebaya  di dunia maya. Tapi aku senang. Berbeda dengan aku yang kini tingkat satu di salah satu universitas negeri di Indonesia, Ia baru saja menyelesaikan ujian sekolahnya dan lulus dari SMA. Saat ku bertanya, mau lanjut study kemana? Dia bercerita padaku bahwa dia alhamdulillah lulus sebagai komandan tentara yang nantinya akan pergii bertugas, Entah itu di dalam negerinya sendiri atau diluar negaranya. Mereka menyebut dirinya sebagai mujjahidin.

Jujur aku terharu. Disaat aku dan anak – anak Indonesia yang lain merasa galau karena ujian, nilai – nilai dunia, sbmptn, kepentingan – kepentingan dunia, yang semuanya serba sementara sesungguhnya. Dan ternyata remaja lain diluar sana sedang memperjuangkan agama Allah SWT, Aku ingat kata – kata seorang ustad ” Tanpa kita, Allah SWT akan menjaga AgamaNYA, namun apalah arti kita tanpa Agama Allah SWT?”Astagfirulloh, mungkin selama ini tanpa sadar hidupku hanya mementingkan target – target dunia yang melelahkan dan tak ada habisnya mengikuti nafsu.

Dia mengajariku bagaimana menjadi seorang muslim yang taat. Yang ketika azan, dia akan meninggalkan segala aktivitasnya. Yang dia dengarkan lafaz – lafaz Allah SWT yang menenangkan, Nasheed – nasheed yang menyerukan, dan sholawat – sholawat yang memujikan.

Saat itu kebetulan suasana hatiku sedang tidak baik, Ahsan mengingatkanku pada  kata – kata yang pernah My sister Ririn

ucapkan  ” Luaskan pandangan maka tekanan yang dirasakan akan lebih ringan.” Yah kurang lebih begitu.

Aku mengobrol bersamanya, tentang negaraku, tentang negaranya, tentang keluargakua, tentang keluarnya. Hobby kita, budaya yang berbeda. Pengetahuan baru. Selalu ada cara dari Allah SWT untuk kembali dan senantiasa mengingatnya. Memperbaiki diri dan terus belajar. Keep spirit girl 😀

Eksis gara – gara sepatu hilang?

Standar

Image

Peristiwa ini terjadi 6 tahun yang lalu. Aku masih duduk di bangku SMP kelas 7. Seperti biasa saat azan ashar berkumandang, bergegas menuju mesjid untuk menunaikan sholat. Ceritanya aku udah  sholat. Lantas Aku menuju ke tempat para sepatu berbaris. Teman  – temanku satu persatu memakai sepatu mereka. Aku mencoba bersabar sedikit, Menunggu tempat lenggang, tapi kok sepatuku masih belum keliatan. Sampai bel masuk berbunyi dan waktu istirahat benar – benar habis.Nampak  ada sepatu yang tersisa sih , tapi kok kaya bukan punya aku yah?

Umur sepatu itu kayanya lebih lama dari sepatu yang punya aku deh. Kuangkat kaos kakinya, sunhanalloh, gradasi putih kecoklatan gitu, wangi lagi. Temanku teja berusaha membantuku dengan melapor kepada Guru terdekat yang sedang mengenakan sepatunya.

” Assalammualikum pak.” Sapa temanku ,namun sayang tak ada jawaban. Mungkin gak kedengeran saking khusuknya naliin sepatu. Temanku pun menyapa lagi untuk kedua kalinya dibantu dengan tambahan frekuensi suara ku. Alhamdulillah ada jawaban. Lalu temanku berkata dengan kepolosannya ” Pak, sepatunya harni ketuker !” lalu bapak itu menjawab hanya dengan anggukan dan kembali focus pada sepatu miliknya. Hah? kok gak care banget sih -_-!. Dengan kesabaran temanku mengatakan untuk kedua kalinya. ” Pak sepatu harni ketuker.” Aku agak kanget saat jawabannya ” Oh iya bagus bagus .” 😦

Kita mencoba untuk terakhir kalinya, dan akhirnya beliau mengerti . Memang Beliau mengalami sedikit gangguan telinga katanya.  Beliau pun membuka kembali sepatunya dan masuk lagi ke mesjid. Tak lama kemudian, terdengar pengumuman tentang tertukarnya sepatu. Aku bingung harus berbuat apa, saat orang lain bertanya tanya tentangku. Cukup jadi pusat perhatian dengan peristiwa yang tidak terlalu penting.

Akhirnya sepatu tali pertamaku itu tetap gak kembali. Hari itu cukup menikmati diliatin orang – orang tapi bukan akunya, tapi kaki aku dengan sepatu yang membuatku sedikit tidak nyaman. -_-.

Gara – gara tergiur beli 1 bonus 1

Standar

Sore itu seusai sholat ashar Ulfah memintaku mengantarnya ke ****mart. Katanya sih mau beli sesuatu. Karena angkot gratis tak kunjung datang, kita putuskan untuk berjalan kaki. Kebetulan Aku dan Ulfah sedang berbicara tentang kost-an, dipertemukanlah kami dengan salah satu senior. Sebut saja Kang Roso, yah kami pun dapat pencerahan dan informasi hehe. Setelah dekat dengan ****mart ada wangi yang cukup menggoda. Lalu aku baca ” MILOR (mie telor ) Rp 1000″ Aku dan Ulfah pun membeli beberapa buah.

Sampailah kita di ****mart. Adem nyaman, lalu Ulfah menuju tempat para chiki berada. Tertulis ” Beli 2 dapat 1″. Ulfah mengambil sebuah chiki yang ukurannya cukup besar dan beberapa benda lain lalu menuju kasir. Sementar Aku masih anteng dengan MILOR yang tadi aku beli. Keluarlah kami dari ****mart, wajah Ulfah tampak mengkerut bingung. ” Kok gak di kasih bonusnya? katanya beli satu dapat satu. Klo beli rasa sushi bonusnya rasa nuget.” Aku masih tetap anteng dengan MILOR ku dan tidak terlalu memperdulikan Ulfah karena yang ku baca ” Beli 2 dapat 1″

Datang Syahidah, menuju ke ****mart. Seperti biasa wanita, gak se siapa – siapa kerjaanya curhat hehe :). Syahidah masuk ke ****mart, dan aku mengantarkan Ulfah menyebrang jalan. Kembali ke sisi jalan yang benar, Aku menunggu babon ( bandung – cirebon) yang biasa kutumpangi. Nampak dari kejauhan Ulfah dan syahidah kembali menuju ****mart, karena kepo aku pun menghampiri mereka. Syahidah tersenyum dengan kresek besar di jinjingnya. Nampaknya syahidah dapat bonus chiki itu, lalu Ulfah mau meminta haknya.

Benar saja Aku dibujuk beli chiki itu juga, ceritanya biar gak terlalu malu gitu. Aku  beli chiki, Ulfah minta bonus. Uangku tinggal Rp 6000 untuk ongkos tapi anehnya aku punya keinginan untuk beli. Padahal harga chikinya Rp 6200. Lalu Aku kumpulkan kepingan – kepingan uang sisa di tas, lima ratus, seribu, dua ratus, dua ribu, ckckck , uangnya ga cukup. Tapi tiba – tiba ada keajaiban. Ada uang nyelip di dompet Rp 20.000. Diambilah chiki rasa sushi.Lalu kami mengantri di kasir.

Berbaris tenang, mba nya mondar – mandir. Beberapa orang pergi lalu aku bayar. Setelah lunas, bonus masih aja  belum dikasih. Mbanya mondar – mandir bawa – bawa pampers. Rasanya kaya di gantungin, mana bonus chikinya?  Setelah beberapa lama, ternyata dengan didinginnya mba – mba itu berkata ” Maaf  kan kalo beli rasa sushi bonusnya itu rasa nuget, tapi rasa nugetnya udah habis -_-.” Aku dan Ulfah saling  menatap. KIta pun meninggalkan ****mart. “Nyesel aku udah beli, kan lagi hemat, malah kebujuk, bisa dibatalin gak yah? -_-.” #penyesalan dalam hati 🙂

Kita pun keluar dari ****mart dengan rasa kecewa. Nampak Syahidah tersenyum dengan senyumannya yang khas. Melihat perbandingan kresek yang Kita bawa. Ngerasa gendok sendiri.” Pokoknya aku ga akan belanja di ****mart ini lagi.” Kata Ulfah. Lalu wajahku berbalik dan menengok ke jendela toko itu.  Tampak 2 orang karyawan di kasir membicarakan kita sambil senyum – senyum.

hehe, Didalam bis yang adem, sambil makan snack chiki, aku senyum – senyum sendiri. Mengingat betapa childnessnya sikap aku tadi. Meskipun tampak seperti orang sedikit gila, tapi bibirku bener – bener gak bisa menahan untuk tidak tersenyum. Klo aja ada kawan, aku pasti bakalan ketawa – tawa. Tapi sayang gak ada, aku gak punya cukup nyali untuk ketawa sendirian di bis hehe . Takut di sangkain mahluk manis dalam bis meskipun ga ada statement yang bilang gitu 🙂 , ckckckckck #terinspirasi dari judul FTV

As always about Harni’s Mistakes

Standar

Hari ini akImageu ngerasa jadi spongebob, yang suka panic berlebihan. Kadang aku juga gak ngerti gimana caranya ngendaliin sikap sendiri. Aku gak belajar maksimal ujian morfologi tumbuhan padahal soalnya gampang, tapi karena gak review dulu, lupa – lupa deh. Mana didalam aku buat keributan yang gak seharusnya. Pertama kartu ujian aku lagi – lagi gak dibawa. Sebenernya memang sengaja aku tinggal, aku kira ujian praktikum gak usah pake kartu -_-. Yang kedua Aku baca soal dan mengisi lembar jawaban lebih dulu dibanding temen – temen, klo di review sikap aku kaya Mr. Bean yang suka ngelakuin hal berbeda, tapi cuek aja. Aku baru sadar saat aku ditegur, lalu disuruhlah aku menutup soal tersebut karena pengerjaan ujian harus dilakukan serentak. Lalu aku bilang ” Gak bisa ditutup kang, soalnya di solatip.” Saat menengok meja lain ternyata lembar jawaban mereka yang menutupi soalnya. Pasti sulit klo bibayangin. Yang jelas aku jadi bahan ketawaan orang lain.Yang ketiga aku bentrok ngerjain soalnya, jadi dengan sistem ketok dan pindah meja, aku mentok di meja yang sama waktu awal ngerjain soal. Konyol sih, lalu aku celingukkan bikin Asdos ikutan bingung. Ternyata pola mutar salah, hehehe :D. Terakhir,Wini ngajak aku pulang dengan terburu- buru.Tapi anehnya hati aku tuh gak mau meninggalkan gedung. Pasti ada sesuatu yang belum selesai. Ternyata benar aja, udah jalan jauh, mau naik kendaraan umum buat pulang. Tiba – tiba aku ingat klo tugas ekman aku belum dikumpulin. Pas beli pulsa terus telephone Wini, ternyata Dia udah ngumpulin. Terpaksa aku balik lagi ke gedung. Agak kecewa sih, udah ngerjain ampe ninggalin belajar mortum taunya telat ngumpulinnya. Deadline jam 9 pagi. Tapi Alhamdulillah masih diingatkan oleh Allah SWT.

Klo aja ada obat yang nyembuhin ceroboh dan pelupa aku. Untuk meminimalisir masalah yang selalu aku bikin sendiri. Klo kata Ulfah As always about Harni’s mistakes.

sumber gambar :

poohadventures.wikia.com

ALHAMDULILLAH, THANKS FOR KITELA AND HIRUDO MEDICINALIS

Standar

SAM_4779

Saat diberi ujian memang kita baru sadar bahwa gak ada sedikit pun nikmat dari Alloh SWT yang bisa dikufuri. Apalagi nikmat kesehatan. Bagi orang – orang yang terbiasa mengkomsumsi obat, pasti udah akrab banget sama bau dan rasa obat yang khas. Bosan, meskipun nampak warni warni candy, tetap saja mereka adalah obat yang memiliki kesan berbeda saat kontak dengan lidah.

Lalu  aku berjodoh dengan cute of little leech’s ( hirudo medicinalis ). Dia mungl, menggeliat, dan menggelikan. Namun setelah melakukan akrabisasi -_-? akhirnya kita saling kontak satu sama lain. Rasanya ajaib, tak ada rasa sakit sedikit pun. Benar yang dikatakan oleh seorang terapis, digigit semut itu lebih sakit. Karena aku dan teteh senior mengalami digigit semut besar lalu teriak dan cenat cenut sampai ke tulang saat orientasi medan di pangandaran.

Kembali ke cerita. Saat itu hujan amat deras di pangandaran, Aku bawa ponco tapi poncoku dipakai untuk menutupi barang bawaan. Di wilayah pembuatan transek kami agak kesulitan mencari pohon dengan kanopi rapat, jadi aku hanya bisa menutupi kepalaku dengan plastik seadanya saja. Di dataran yang cukup landai aku harus menyelesaikan tugasku siang itu dengan keadaan basah kuyup. Seakan di kejar waktu, kami takut jalanan yang curam tadi semakin berbahaya untuk dilalui. Dan pantai akan semakin pasang, bisa – bisa kami tidak jadi pulang hari itu #lebay

Saat berada di dataran yang cukup curam, sambil terus menyelesaikan tugas, aku baru sadar bahwa  hujan semakin membuat badanku dingin. Aku menakutkan hal yang tidak aku inginkan. Aku juga takut merepotkan orang lain. Tak ada obat yang ku bawa. Kayu putih si penghangat itu selalu aku simpan di dalam saku jahim, namun sayangnya aku meninggalkan jahimku di kamar. Kenapa hari itu aku ceroboh sekali meninggalkan jahim yang multifungsi.  Dan jamu tolak angin yang akan bantu menghangatkan tubuhku tertukar dengan madu rasa.ckckckck

Sepertinya badanku sudah membaik. Biasanya angin sedikit saja pasti aku hindari, apalagi hujan deras. Alhamdulillah, terimakasih Hirudo medicinalis atas segala kebaikan yang Allah kasih ke tubuh kamu, maaf aku hanya bisa bersimbiosis parasitisme sama kamu. Terima kasih juga KITELA udah bantu aku mewujudkan salah satu impian di list aku.  .

Ingin Menjadi Ringan like Butterfly

Standar

Image

Ringan melayang. Terbang di bawah hangatnya sinar. Menembus sela sela hijaunya dedaunan. Menghisap segar dan manisnya nectar. Sayap cantik yang berteduh di bawah awan.

Kehidupan yang indah, lengkap, dan sederhana. Kombinasi warna kuning, merah, hijau, biru yang membentuk lingkungan berkesan. Mengikuti angin dan beramah  tamah dengan alam.

Menjadi mahluk yang melakukan sesuatu karena ingin, karena mau, dan karena bahagia melakukannya. Hidup dengan ketulusan yang meringankan. Tidak ada kepura – puraan dan jauh dari kebohongan. Kedamaian yang apa adanya.